ANAMBAS-ZONASIDIK.COM |Suasana hari pertama bulan suci Ramadan di Kabupaten Kepulauan Anambas terasa lebih hidup dari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat memadati sejumlah titik penjualan makanan takjil di Kecamatan Palmatak, Kamis (19/2/2026).
Tradisi berburu takjil menjadi momen yang selalu dinanti warga, baik untuk membeli hidangan berbuka maupun sekadar menikmati suasana sore Ramadan.
Sejak pukul 13.48 WIB, aktivitas di sepanjang jalan utama Palmatak mulai meningkat. Deretan lapak sederhana yang berdiri di tepi jalan menampilkan beragam makanan khas Ramadan seperti kolak pisang, es campur, es buah, bubur sumsum, aneka gorengan, hingga kue tradisional lokal.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan segarnya minuman dingin menarik perhatian pengendara yang melintas. Banyak warga terlihat berhenti sejenak untuk membeli takjil sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Salah satu titik keramaian terpantau di kawasan Desa Ladan. Lapak-lapak pedagang berjajar hampir sepanjang sisi jalan desa, dengan pembeli datang silih berganti.
Rina (34), warga Palmatak, mengaku selalu berburu takjil di hari pertama puasa karena suasananya terasa berbeda.
“Kalau hari pertama puasa memang lebih ramai. Banyak pilihan makanan dan rasanya seperti tradisi tahunan. Anak-anak juga selalu ikut memilih menu berbuka,” ujarnya sambil membawa beberapa kantong takjil.
Hal senada disampaikan Andi (29), yang datang bersama teman-temannya.
“Selain beli makanan, sekalian jalan sore. Suasananya ramai tapi menyenangkan. Ini juga jadi momen kumpul santai sebelum berbuka,” katanya.
Di sisi lain, para pedagang mengaku hari pertama Ramadan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan pendapatan.
Tidak hanya pedagang lama, beberapa warga juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk mencoba berjualan musiman. Beragam menu rumahan seperti puding, risoles, dan kue basah menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyiapkan hidangan berbuka, aktivitas berburu takjil juga turut menggerakkan ekonomi kecil masyarakat setempat. Interaksi antara penjual dan pembeli menciptakan suasana kebersamaan yang khas di bulan Ramadan.
Tradisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Ramadan, dengan tingkat keramaian yang biasanya meningkat pada akhir pekan maupun menjelang hari raya.
Bagi masyarakat Palmatak, berburu takjil bukan sekadar membeli makanan, tetapi juga menjadi bagian dari semarak kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa. (Pin)



