Tanggapan SPBU PT Petro Madani Jaya Terkait Keluhan Nelayan Desa Mengkait

SPBU PT. Petro Madani Jaya, Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Keluhan nelayan Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas terkait BBM Subsidi jenis Solar cepat habis ditanggapi pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.

Direktur SPBU PT. Petro Madani Jaya, Mardin menjelaskan, Alokasi kouta BBM jenis Solar untuk Kecamatan Siantan Selatan sebanyak 100 ton perbulan, namun distribusi ke SPBU Mengkait bertahap tidak sekaligus.

Untuk bulan ini, lanjutnya, baru sekali pengiriman yang disebabkan faktor cuaca buruk sehingga pengiriman kedua belum masuk.

Bacaan Lainnya

“Kita dua kali pengiriman, awal bulan dan pertengahan bulan. Seharusnya pertengahan bulan kita sudah masuk tapi karena cuaca jadi terkendala,” jelas Direktur Mardin saat dihubungi, Jumat (20/12/2024).

Menurutnya, alokasi kouta Kecamatan Siantan Selatan khususnya Desa Mengkait mencukupi. Namun karena cuma sekali pengiriman, ada nelayan yang tak kebagian.

Dikatakannya, penyaluran Solar subsidi sesuai rekomendasi dari pemerintah setempat. “Kalau ada rekom kita layani dengan baik,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Afrizal selaku Humas PT. Petro Madani Jaya SPBU turut berkomentar. Katanya, dari kouta 100 ton yang distribusikan ke SPBU bukan hanya untuk Desa Mengkait saja, melainkan untuk 7 desa yang ada di Wilayah Kecamatan Siantan Selatan.

“Itukan ada dua kali pengiriman ke SPBU, pengiriman pertama 52 ton. Nah, 52 ton itu tidak hanya untuk nelayan Mengkait semua, tetapi terbagi-bagi untuk desa-desa di sana,” terang Afrizal kepada zonasidik.com.

“Jadi masyarakat yang ngeluh tidak dapat minyak di tahap awal, ya karena kita tidak bisa akomodir semua nelayan dengan minyak terbatas ini,” sambungnya.

Disebutkannya, tahap kedua seharusnya sudah masuk di SPBU Mengkait, tapi karena faktor cuaca minyak Solar subsidi belum bisa dikirim.

“Seharusnya tanggal 17 kemarin minyak solar untuk tahap kedua sudah masuk, cuman pertamina kita konfirmasi belum bisa mengirim karena cuaca. Kemungkinan senin ini akan dikirim,” sebutnya.

Selain itu, kendala yang di hadapi SPBU di Mengkait adalah keterbatasan tangki BBM yang hanya bisa menampung kurang lebih 50 Ton.

“Nah ini juga kenapa tangki harus kita kosongkan sebelum tahap kedua masuk, karena kita tidak ada penyimpanan selain tangki ini,” ucapnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *