Kurang Penerangan di Pelabuhan Penyeberangan Roro Desa Matak Jadi Sorotan

Suasana malam di Pelabuhan Penyeberangan Roro Desa Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang terlihat minim penerangan di sejumlah titik area parkir dan akses masuk, sehingga kondisi sekitar tampak gelap meski aktivitas penumpang dan kendaraan masih berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Minimnya penerangan di Pelabuhan Penyeberangan Roro Desa Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi sorotan.

Fasilitas transportasi laut yang selama ini menjadi akses vital mobilitas masyarakat dinilai belum didukung sistem pencahayaan yang memadai, khususnya pada malam hari.

Pelabuhan penyeberangan roro di Desa Matak merupakan salah satu jalur utama transportasi orang, kendaraan, serta distribusi logistik antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bacaan Lainnya

Reno Ramanda, mahasiswa asal Kepulauan Anambas, mengungkapkan bahwa hampir seluruh lampu penerangan tenaga surya di pelabuhan dalam kondisi mati. Ia menyebut, hanya sekitar empat lampu yang masih menyala, itupun terlihat diikat pada pohon sebagai penerangan darurat.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik di area pelabuhan tampak redup bahkan nyaris gelap gulita saat malam hari. Situasi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta mengganggu kenyamanan pengguna jasa pelabuhan.

“Sebagian besar lampu penerangan tidak berfungsi. Pada malam hari, beberapa titik terlihat sangat gelap. Padahal proses naik-turun kendaraan dari kapal roro membutuhkan pencahayaan yang memadai. Jika dibiarkan, kondisi ini tentu membahayakan pengemudi maupun penumpang,” kata Reno kepada zonasidik, Rabu (18/2/2026).

Sebagai fasilitas publik dan pintu masuk utama wilayah, pelabuhan seharusnya mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pendatang.

Reno juga menyoroti dampak kurangnya penerangan terhadap kualitas pelayanan publik dan citra daerah. Menurutnya, infrastruktur dasar seperti lampu penerangan merupakan bagian penting dari standar pelayanan yang layak.

“Kami berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan dan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas penerangan. Jangan sampai persoalan ini justru menimbulkan risiko keselamatan di kemudian hari,” tambahnya.

Peningkatan infrastruktur dasar tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perhatian terhadap keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *