Sempat Terhenti, Pembangunan Gedung Serbaguna Kute Siantan Kembali Dilanjutkan

Aktivitas pembangunan Gedung Serbaguna Kute Siantan, kembali berjalan dengan proses penimbunan tanah menggunakan dump truck, setelah sebelumnya sempat terhenti akibat kendala miskomunikasi yang kini telah diselesaikan melalui mediasi pihak Kecamatan Kute Siantan.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pembangunan Gedung Serbaguna di Kecamatan Kute Siantan, kembali dilanjutkan setelah sebelumnya terhenti akibat persoalan internal. Mediasi yang difasilitasi pihak kecamatan menjadi kunci penyelesaian masalah tersebut.

Camat Kute Siantan, Azhar, memastikan bahwa permasalahan yang sebelumnya menghambat pembangunan telah diselesaikan melalui proses mediasi yang melibatkan pemilik lahan hibah, pihak pelaksana Yayasan Graha Intitama Mulya (GRIYA), serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Sudah, sekarang pembangunan sudah mulai berjalan kembali. Kemarin kita sudah mediasi dengan semuanya, baik pemilik lahan, pihak GRIYA, maupun pihak terkait lainnya. Karena kondisi kemarin cukup sulit, mediasi kita lakukan melalui Zoom,” ujar Azhar kepada media ini saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dari hasil mediasi tersebut, disepakati bahwa pembangunan tetap dilanjutkan. Selain itu, pihak pelaksana juga menyanggupi untuk menyelesaikan sejumlah kewajiban yang sebelumnya menjadi kendala di lapangan.

“Hasilnya disepakati pembangunan tetap dilanjutkan. Kemudian, beberapa hal yang sebelumnya menjadi tuntutan, seperti material yang sudah dipesan, itu akan dibayarkan oleh pihak GRIYA,” jelasnya.

Azhar juga mengungkapkan bahwa akar permasalahan sebelumnya berasal dari miskomunikasi antara manajer lapangan lama dengan pemilik lahan hibah, Johan. Kondisi tersebut diperparah karena adanya pergantian manajemen di lapangan.

“Manajer lapangan sebelumnya sudah tidak bekerja lagi di GRIYA. Jadi terjadi miskomunikasi dengan pemilik lahan. Setelah diambil alih oleh tim dari Batam, semuanya kita kumpulkan dan diselesaikan. Pihak GRIYA bersedia membayar material yang sudah dipesan,” terangnya.

Seiring dengan tercapainya kesepakatan, akses menuju lokasi pembangunan yang sebelumnya sempat ditutup kini telah dibuka kembali oleh pemilik lahan, sehingga aktivitas pekerjaan dapat dilanjutkan.

“Alhamdulillah, setelah ada kesepakatan, pemagaran sudah dibuka oleh Pak Johan, dan pekerjaan sudah mulai berjalan lagi,” tambahnya.

Saat ini, progres pembangunan kembali dimulai, meski masih pada tahap awal seperti penimbunan tanah. Azhar menyebut, aktivitas di lapangan baru berjalan sekitar satu minggu terakhir sejak tim pelaksana kembali turun ke lokasi.

“Baru semingguan ini mulai berjalan lagi. Saat ini mereka masih tahap awal, seperti penimbunan tanah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azhar menjelaskan bahwa gedung serbaguna tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat, mulai dari pertemuan hingga aktivitas olahraga ringan.

“Namanya gedung serbaguna, tentu untuk berbagai kegiatan masyarakat. Bisa untuk pertemuan, kegiatan sosial, bahkan olahraga seperti badminton atau tenis meja,” katanya.

Terakhir, Azhar menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antar pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia pun siap terus memfasilitasi jika terjadi kendala di lapangan.

“Intinya, kalau ada permasalahan ke depan, saya minta dikomunikasikan terlebih dahulu. Kami di kecamatan siap menjembatani agar tidak terjadi miskomunikasi lagi,” tegasnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *