ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Akses darat yang selama puluhan tahun hanya jadi harapan, kini mulai jadi kenyataan. Komandan Kodim 0318/Natuna, Kolonel Inf Ruruh Sejati, turun langsung meninjau kesiapan pembukaan jalan penghubung Desa Mubur Kecil menuju Desa Bayat, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (05/05/2026), dalam rangka TMMD ke-128.
Jalur yang akan dibuka bukan sekadar jalan biasa. Medannya dikenal ekstrem berbukit, licin saat hujan, dan kerap terputus. Selama ini, warga harus bergantung pada jalur laut yang memakan waktu dan biaya lebih besar.
Kehadiran TMMD menjadi angin segar. Jalan yang akan dibuka ini diyakini bakal mengubah wajah mobilitas warga dari distribusi hasil kebun, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan dan listrik.
Kolonel Ruruh tak hanya memberi instruksi dari jauh. Ia turun langsung ke titik-titik rawan, menelusuri kontur tanah, memeriksa tebing curam, hingga mengidentifikasi potensi longsor.
Ia juga memerintahkan personel untuk segera membuka jalur awal, membersihkan semak, serta memetakan lokasi pembuangan material. Teknik pemotongan tebing pun dirancang cermat agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Tak kalah penting, ia mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga alat berat dan mendukung kelancaran pekerjaan.
“Ini bukan sekadar proyek, tapi jalan masa depan warga,”ucap Kolonel Ruruh di sela peninjauan.
Harapan warga pun tak terbendung. Ahmad (52), tokoh masyarakat Mubur kecil, mengaku terharu.
“Kami sudah puluhan tahun menunggu. Kalau jalan ini tembus, anak-anak tidak perlu lagi lewat laut. Ini seperti mimpi yang jadi nyata,” ujarnya.
TMMD ke-128 mengusung semangat kolaborasi lintas sektor demi mendorong kesejahteraan wilayah perbatasan. Pembukaan jalan ini ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari.
Jika tuntas, jalur Mubur Kecil menuju Bayat tak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi dua desa yang selama ini terisolasi.
Dengan kesiapan yang dicek langsung oleh Komandan Kodim, optimisme warga pun kian membara. TNI hadir tak sekadar membangun, tetapi juga menyentuh langsung denyut kebutuhan dasar masyarakat di ujung timur Indonesia. (Pin)


