ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Tiga remaja Desa Tarempa Selatan sempat membuat keluarga panik setelah tak kunjung pulang hingga malam, Kamis (14/5/2026).
Pencarian yang dilakukan aparat gabungan akhirnya membuahkan hasil, ketiganya ditemukan selamat saat beristirahat di sebuah gubuk di kawasan pesisir di Teluk Rambut, Desa Air Bini.
Pencarian bermula sekitar pukul 21.00 WIB setelah keluarga melaporkan ketidakhadiran tiga anak masing-masing, Ogi Pramana Saputra (17), Adetrio Ramadhani (15) dan Dimmon Demirezsius Dodai (14).
Mendapat laporan itu, Polsek Siantan langsung bergerak bersama personel BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas dan Basarnas Anambas. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, tim menuju Pelabuhan Desan Air Bini lalu melanjutkan pencarian ke lokasi menggunakan pompong milik warga.
Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut karena dikhawatirkan ketiga remaja tersesat di kawasan hutan maupun pesisir.
“Begitu menerima informasi dari keluarga, personel langsung melakukan koordinasi untuk memastikan tujuan mereka. Setelah diketahui menuju Teluk Rambut, tim gabungan bergerak melakukan pencarian sampai malam hari,” terang Kapolsek Dodi saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Dijelaskannya, sekitar pukul 23.40 WIB, tim tiba di lokasi dan mendapati ketiga remaja tersebut sedang beristirahat di sebuah gubuk. Mereka diketahui pergi untuk berkemah dan menempuh jalur darat melewati kawasan hutan Gunung Samak menuju Teluk Rambut.
Salah satu dari mereka, lanjutnya, diketahui sudah beberapa kali melewati jalur tersebut bersama keluarga, sehingga menjadi penunjuk jalan selama perjalanan. Meski demikian, kepergian tanpa memberi kabar membuat keluarga khawatir hingga melapor ke pihak kepolisian.
“Alhamdulillah ketiga remaja itu ditemukan dalam keadaan sehat dan langsung kami bawa kembali ke Air Bini, kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Dodi.
Ia mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama bila bepergian ke kawasan terpencil atau melewati jalur hutan tanpa pemberitahuan.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara anak dan keluarga, terutama saat melakukan aktivitas di wilayah pesisir dan perbukitan yang cukup jauh dari permukiman warga. (Pin)


