ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Operasi pencarian tiga pelajar yang sempat dilaporkan belum kembali dari kawasan Gunung Samak hingga akhirnya ditemukan selamat di Teluk Rambut, Desa Air Bini, menjadi catatan penting bagi tim SAR.
Dari kejadian itu, Kantor SAR Natuna menyoroti tiga hal utama yang menjadi pelajaran bagi masyarakat.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyebut keberhasilan pencarian bukan semata karena personel yang bergerak cepat, tetapi juga karena adanya informasi awal yang jelas dari masyarakat.
“Warga sekitar menjadi sumber informasi penting. Dari petunjuk mereka, tim bisa langsung mengarah ke Teluk Rambut. Kalau tidak, pencarian di kawasan hutan tentu akan lebih lama karena area cukup luas,” ujarnya.
Pelajaran pertama, kata Abdul Rahman, adalah pentingnya informasi dari masyarakat. Dalam situasi pencarian di wilayah kepulauan, laporan warga yang mengetahui arah tujuan korban sangat membantu mempersempit area operasi dan mempercepat penanganan.
Pelajaran kedua adalah strategi menyesuaikan medan pencarian. Tim awalnya mempertimbangkan jalur darat, namun karena kondisi malam dan jalur hutan Gunung Samak yang terjal, pencarian dialihkan melalui jalur laut menggunakan pompong warga.
Menurutnya, perubahan strategi itu menjadi langkah efektif karena mempercepat jangkauan tim ke titik lokasi tanpa harus menempuh jalur hutan yang berisiko.
Pelajaran ketiga, lanjut Abdul Rahman, adalah pentingnya komunikasi dengan keluarga sebelum beraktivitas di alam terbuka. Ia menilai banyak kepanikan terjadi bukan karena musibah, melainkan karena keluarga tidak mengetahui secara pasti lokasi dan waktu kembali.
“Anak-anak harus terbiasa memberi tahu tujuan, siapa yang ikut, dan kapan pulang. Ini sederhana, tapi sangat penting agar keluarga tidak khawatir berlebihan dan tim bisa cepat menentukan langkah jika ada laporan,” katanya.
Abdul Rahman menegaskan, wilayah kerja Basarnas Natuna yang mencakup kawasan laut luas dan pulau-pulau terpencil membuat edukasi keselamatan menjadi hal penting bagi masyarakat.
“Setiap kejadian selalu ada pembelajaran. Kecepatan laporan, dukungan masyarakat, dan keterbukaan informasi dari keluarga sangat menentukan keberhasilan operasi SAR,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kantor SAR Natuna, kasus ini bermula ketika tiga pelajar pergi memancing dan berkemah sejak pagi melalui jalur hutan Gunung Samak menuju Teluk Rambut.
Karena minim sinyal di lokasi, mereka tidak bisa memberi kabar kepada keluarga. Laporan kemudian diterima Basarnas pada malam hari dan tim gabungan bergerak melakukan pencarian hingga akhirnya ketiganya ditemukan selamat dini hari.
Diketahui 3 identitas remaja asal Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan tersebut, diantaranya Ogi Pramana Saputra (17), Adetrio Ramadhani (15) dan Dimmon Demirezsius Dodai (14). (Pin)


