Usai Tinjau Kondisi Sekolah Rakyat dan STAI Paduka Anambas, Ini Respons Gubernur Ansar

Foto kolase: Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, S.E., M.M., bersama rombongan saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 12 Kepulauan Anambas (atas) di Kantor Camat Palmatak dan meninjau STAI Paduka Anambas (bawah) di Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, Jumat, (6/11/2026). Foto: Pinni/ZS.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Kunjungan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, ke sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi perhatian terhadap kebutuhan pengembangan sarana pendidikan pada kabupaten termuda di Kepri.

Dalam kunjungannya, Gubernur Ansar melihat langsung kondisi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 12 Kepulauan Anambas di Desa Ladan yang saat ini masih memanfaatkan fasilitas Kantor Camat Palmatak untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ia juga mengunjungi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Paduka Anambas yang masih menghadapi persoalan akses jalan menuju kawasan kampus.

Kondisi jalan menuju STAI Paduka yang masih berupa tanah merah menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian. Bahkan, Ansar menilai kebutuhan pembangunan akses jalan tersebut tidak kalah penting dibandingkan pembangunan gedung kampus itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Ansar saat diwawancarai wartawan usai agenda coffee morning di Kedai Kopi Murai, Sabtu (7/11/2026).

Terkait Sekolah Rakyat, Ansar menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas permanen telah memasuki tahapan setelah proses lelang selesai. Sekolah tersebut nantinya dirancang memiliki kapasitas hingga 300 peserta didik.

Namun, menurutnya, pemenuhan jumlah siswa menjadi tantangan tersendiri, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki sebaran penduduk tidak sebanyak daerah perkotaan.

“Ini kan dibangun, baru selesai dilelang. Cuma nanti kan 300 murid itu kapasitasnya. Makanya nanti Pemda kita ajak diskusi, nanti Zoom ya sama bupati-bupati. Karena mencari 300 orang kita tidak tahu di sini dapat apa tidak,” ungkap Ansar.

Ia mengatakan, pemerintah akan membahas kemungkinan adanya kebijakan khusus dalam proses penerimaan peserta didik. Hal ini diperlukan agar anak-anak di daerah kepulauan tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Disebutkannya, ketentuan berbasis desil kesejahteraan masyarakat perlu dibicarakan kembali agar pelaksanaan program dapat menyesuaikan dengan kondisi daerah kepulauan.

“Nah, mungkin mesti ada diskresi nanti kalau base-nya desil itu ya, masyarakat tidak mampu desil satu, desil empat itu mungkin bisa diberikan diskresi lain untuk di pulau-pulau memenuhi 300 itu. Nah, mungkin anak-anak yang pintar-pintar gitu sebagian diambil,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai STAI Paduka Anambas, Ansar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan perguruan tinggi tersebut.

Ia menuturkan, STAI Paduka memiliki peran strategis bagi masyarakat Anambas, terutama bagi anak-anak daerah yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah.

“Ya, kita dukung nanti insyaallah. Karena APBD ini sudah hampir final ya, kita coba kejar dulu. Karena itu butuhnya banyak,” kata Ansar.

Ansar juga menyoroti kondisi akses jalan menuju kampus yang menurutnya membutuhkan perhatian serius. Ia bahkan mengungkapkan bahwa kebutuhan pembangunan jalan tersebut cukup besar dibandingkan pembangunan bangunan kampus.

“Saya tidak tahu juga dulu pertimbangannya dibangun di situ, lebih mahal bangun jalannya daripada bangunan-bangunannya,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan dukungan terhadap STAI Paduka bukan hal baru. Pemerintah Provinsi Kepri, kata Ansar, selama ini telah memberikan bantuan secara bertahap melalui alokasi anggaran setiap tahunnya.

“Tapi tiap tahun kita bantu itu, Rp1 miliar, Rp500 juta. Karena itu bagi saya penting, itu satu-satunya sekolah tinggi di sini. Jadi anak-anak yang mungkin tak punya kemampuan kuliah jauh-jauh, dia bisa di sini,” tuturnya.

Selain dukungan infrastruktur dan operasional, Ansar turut menyampaikan bahwa Wakil Bupati Kepulauan Anambas juga berencana membantu melalui program beasiswa bagi mahasiswa.

“Terakhir, Pak Wabup juga nanti akan membantu beasiswanya. Baguslah kita kolaborasi,” tambahnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan STAI Paduka sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda Anambas, sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *