ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Resah puluhan Kapal Pukat Cumi berada di perairan Anambas, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Jemaja turun langsung guna memastikan jangkar kapal tidak mengenai keberadaan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Fiber Optik.
Kepada zonasidik.com, Ketua HNSI Kecamatan Jemaja, Jamri mengatakan, keberadaan kapal pukat Cumi dari Tanjung Balai Karimun yang berlabuh di laut Pantai Padang Melang, Desa Batu Berapit, dimana wilayah itu merupakan area penanaman Fiber optik yang menjadi kekhawatiran masyarakat setempat.
“Turunnya kami ke lapangan hari ini, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah. Mereka khawatir bila kapal tersebut berlabuh di wilayah Fiber Optik yang mana ada kemungkinan rusak tersangkut jangkar kapal pukat itu, tentunya ini menyebabkan gangguan jaringan,” kata Jamri, Rabu (29/06/2022).
Untuk itu, Dirinya yang datang langsung bersama pihak aparat dari TNI-Polri bertemu dengan kapten kapal, memberi himbauan agar segera pindah lokasi yang telah ditentukan keputusan bersama, yakni di Pelabuhan Antang dan Pelabuhan Kuala Maras.
“Kami disini meminta mereka untuk pindah dari area yang terlarang itu, cuman mereka beralasan dengan banyaknya kapal pukat Cumi sehingga lokasi yang telah ditetapkan itu tidak mencukupi,” ujarnya.
Kata Dia, keberadaan kapal pukat cumi sebanyak 34 dan kapal pukat mayang sebanyak 8 itu, saat berlabuh tidak melaporkan ke pihaknya. Hal inilah yang menjadi keresahan masyarakat setempat.
“Disini kami hanya ingin minta saling koordinasi bila masuk wilayah orang dengan cara melapor, dan ini sangat berguna dikemudian hari jika perlu bantuan,” harapnya.
Kedepannya, Ia berharap kepada kapal pukat Cumi maupun pukat Mayang untuk saling koordinasi dengan pihak setempat agar tidak ada kisruh di tengah masyarakat. (Pin)


