Golden Period 6 Menit, Sar Natuna Sebut Warga Bisa Jadi Penyelamat

Ilustrasi penanganan darurat pada masa golden period, saat pertolongan dalam 4-6 menit pertama menjadi penentu keselamatan korban. Gambar dibuat menggunakan teknologi AI untuk kebutuhan visual berita.

NATUNA-ZONASIDIK.COM | Enam menit pertama setelah kejadian darurat dikenal sebagai golden period, masa krusial yang menentukan peluang hidup korban. Pada rentang waktu inilah tindakan cepat menjadi faktor utama sebelum kondisi korban semakin memburuk.

Karena itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menegaskan warga yang berada paling dekat di lokasi justru berpeluang menjadi penyelamat. Sebelum bantuan medis atau petugas datang, pertolongan awal dari masyarakat dapat menjadi penentu keselamatan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, mengatakan keterlambatan penanganan dalam beberapa menit awal bisa berakibat fatal. Karena tim SAR maupun tenaga medis tidak selalu dapat tiba seketika, terutama di wilayah laut dan pulau-pulau terluar yang terkendala jarak serta cuaca.

Bacaan Lainnya

“Setiap orang pada kondisi darurat masih bisa tertolong apabila dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. Menguasai ilmu dasar pertolongan pertama selama golden period adalah bekal yang harus dimiliki semua orang,” ujar Abdul Rahman, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, golden period merupakan rentang waktu 4 hingga 6 menit setelah insiden terjadi, saat peluang korban untuk diselamatkan masih sangat besar. Dalam kasus henti napas atau henti jantung, tindakan sederhana seperti CPR atau bantuan napas pada masa tersebut dapat mencegah kerusakan organ vital, terutama otak.

Abdul Rahman menilai masyarakat perlu membekali diri dengan kemampuan dasar seperti CPR, penanganan korban tenggelam, menghentikan pendarahan, hingga teknik menolong korban tersedak. Keterampilan tersebut dinilai penting karena warga biasa kerap menjadi orang pertama yang berada di lokasi kejadian.

“Untuk menjadi penolong tidak harus menjadi tim profesional. Dengan satu keterampilan dasar saja, seseorang sudah bisa memberi kesempatan hidup bagi korban di sekitarnya,” katanya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesiapan warga bertindak dalam menit-menit awal saat keadaan darurat. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *