Rama Luncurkan Antologi Puisi Ramadan, Libatkan 181 Penulis ASEAN

Potret Muhammat Ramadan, penulis muda yang aktif mengembangkan literasi melalui karya puisi hingga tingkat ASEAN.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Dunia literasi kembali diramaikan oleh kiprah jurnalis muda TVRINEWS.COM, Muhammat Ramadan. Sosok yang akrab disapa Rama ini menghadirkan karya terbarunya bertajuk Antologi Puisi Dalam Cahaya Ramadan, sebuah buku kolaboratif yang melibatkan 181 penulis dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Karya ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan ruang pertemuan lintas budaya yang merangkai rasa, pengalaman, dan nilai spiritual dalam satu bingkai yang puitis. Melalui buku ini, Rama kembali menegaskan eksistensinya sebagai penulis yang konsisten menjadikan kata sebagai medium berbagi makna.

Sebelumnya, Rama juga telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan terlibat dalam penerbitan Antologi Puisi Asia yang berhasil meraih Rekor MURI bersama 2.023 penulis. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan literasinya yang terus berkembang.

Bacaan Lainnya

Bagi Rama, puisi bukan hanya sekadar rangkaian kata indah, melainkan jalan untuk menyampaikan pesan kehidupan. Ia meyakini bahwa setiap bait memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan membuka perspektif baru.

“Saya ingin menunjukkan bahwa puisi itu tidak hanya indah, tetapi juga menyenangkan dan mampu menyampaikan makna yang dalam,” ungkapnya dengan penuh keyakinan, Senin (6/4/2026).

Di balik perjalanan tersebut, ada sosok penting yang turut berperan besar, yakni Azrizal Nur, penggagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas). Bagi Rama, sosok ini bukan hanya mentor, tetapi juga inspirator yang membuka jalan bagi dirinya untuk berkembang di dunia kepenulisan.

“Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan Dato’k Azrizal Nur. Beliau bukan hanya membimbing, tetapi juga menanamkan semangat berkarya yang tak pernah padam,” tuturnya.

Keterlibatan Rama dalam berbagai proyek literasi yang diinisiasi Perruas menjadi bahan bakar semangat untuk terus melahirkan karya. Ia pun berharap, langkah kecil yang ia tempuh hari ini dapat berkontribusi besar dalam mengenalkan karya puisi Indonesia ke panggung dunia.

Hadirnya Antologi Puisi Dalam Cahaya Ramadan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda, khususnya di Kepulauan Riau, untuk berani berkarya dan menjadikan literasi sebagai bagian dari identitas diri. Sebab, dari kata-kata sederhana, lahir gagasan besar yang mampu menembus batas negara. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *