Dari 1.121 Penerima MBG, 158 Alami Gejala Diduga Keracunan Makanan

Petugas mendistribusikan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah di wilayah Siantan Tengah sebelum insiden dugaan keracunan terjadi.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Sebanyak 158 dari total 1.121 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Siantan Tengah dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kep. Anambas wilayah Siantan Tengah Air Asuk, Jaya Saputra, mengatakan angka tersebut merupakan laporan resmi yang telah disampaikan ke pusat.

“Kalau laporan yang kami kirim ke pusat itu 158 orang. Memang ada yang menyebut 156, tapi kami pakai data 158,” ungkap Jaya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, total penerima MBG mencapai 1.121 orang yang terdiri dari siswa berbagai jenjang pendidikan, tenaga pendidik, serta kelompok 3B seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus dugaan keracunan ini mayoritas dialami siswa yang baru menerima program MBG selama empat hari, salah satunya SMPN Air Nangak.

Selain pelajar, insiden ini juga dilaporkan turut mengenai balita yang menjadi bagian dari penerima program MBG.

Terkait penyebab pasti kejadian, pihak SPPG belum dapat memberikan kesimpulan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan.

“Kalau masalah penyebab, kami belum berani memastikan. Itu nanti dari Dinas Kesehatan melalui hasil sampel yang menentukan,” ucapnya.

Untuk menu makanan pada hari kejadian, disebutkan terdiri dari nasi, telur sambal kecap, sayur wortel, buncis dan sawi, tempe goreng, serta buah kelengkeng.

Sementara itu, menu untuk kelompok 3B berbeda, yakni roti, telur rebus, susu, serta buah apel.

Saat ini, pihak terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber penyebab kejadian, sembari melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG SPPG Kep. Anambas wilayah Siantan Tengah Air Asuk. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *