ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Warga di Desa Air Asuk, Desa Liuk, dan Desa Lidi, Kecamatan Siantan Tengah, mengeluhkan gangguan pasokan listrik yang terjadi sejak Sabtu dini hari (20/6/2026).
Hingga pagi hari, aliran listrik masih mengalami kondisi padam–menyala secara berulang dengan jeda sekitar 5–8 detik. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan peralatan elektronik di rumah.
Gangguan listrik dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 00.00 WIB dan hingga pukul 08.13 WIB pasokan belum sepenuhnya kembali stabil.
Kepala Desa Air Asuk, Dody Muchdori, mengatakan sejak pagi pihak desa menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait penyebab gangguan tersebut.
“Sejak pagi banyak warga yang menghubungi dan menanyakan apa penyebab listrik padam–menyala ini. Informasi yang kami terima sudah kami teruskan ke pihak PLN agar segera ditindaklanjuti, karena hampir seluruh rumah warga di Desa Air Asuk terdampak gangguan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Liuk, Syaipul, menyebut masyarakat mulai merasa terganggu karena hingga pagi kondisi listrik belum kembali normal.
“Warga tentu berharap ada penanganan cepat dan informasi yang jelas terkait penyebab gangguan ini, karena kondisi padam–menyala cukup mengganggu aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa Lidi, Sudarpi. Katanya, kondisi listrik yang tidak stabil membuat warga merasa resah dan berharap penanganan dapat segera dilakukan.
“Kami berharap gangguan ini segera ditangani sehingga aliran listrik kembali normal dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” sebutnya.
Saat dikonfirmasi, Manajer PLN ULP Anambas, Riyan Saputra, menjelaskan gangguan diduga disebabkan oleh fuse yang terputus pada jaringan distribusi.
“Saat ini petugas sedang melakukan pengecekan pada titik gangguan untuk memastikan penyebab dan melakukan penanganan agar suplai listrik kembali normal,” jelasnya.
Sembari petugas melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan, ia mengimbau masyarakat untuk sementara mematikan atau mencabut peralatan elektronik yang sensitif hingga kondisi kelistrikan kembali stabil, guna mengantisipasi risiko kerusakan akibat tegangan listrik yang padam–menyala. (Pin)



