LINGGA-ZONASIDIK.COM | Final Turnamen Sepak Bola Dusun Limbung Cup VIII menghadirkan tontonan yang menegangkan hingga detik terakhir.
Laga yang sempat terhenti akibat kericuhan itu akhirnya ditentukan oleh satu gol dramatis di masa tambahan waktu yang membawa Musai Junior FC keluar sebagai juara usai menaklukkan PSTK Tanjung Kelit dengan skor 1-0 di Lapangan Serda Sabarudin, Dusun Limbung, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Lingga Utara, Minggu (28/6/2026).
Ribuan penonton memadati sisi lapangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Atmosfer semakin meriah setelah diumumkan bahwa pencetak gol pertama pada partai final akan menerima hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta, sehingga menambah motivasi para pemain untuk tampil menyerang sejak peluit kick-off dibunyikan.
Sepanjang pertandingan, kedua tim saling bergantian melancarkan serangan. Namun disiplin lini pertahanan serta penampilan apik kedua penjaga gawang membuat berbagai peluang emas gagal berbuah gol.
Memasuki penghujung laga, suasana mendadak memanas. Kericuhan yang melibatkan sejumlah pemain dan penonton membuat wasit menghentikan pertandingan sementara demi menjaga situasi tetap kondusif.
Panitia bersama personel kepolisian, Babinsa, ofisial kedua tim, dan para manajer kemudian melakukan mediasi. Hasilnya, pertandingan disepakati untuk dilanjutkan dengan tambahan waktu selama 10 menit.
Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Saat memasuki masa tambahan waktu, Musai Junior FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui gol dramatis yang langsung disambut sorak-sorai ribuan suporter.
Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta pada laga final sekaligus memastikan kemenangan Musai Junior FC dengan skor 1-0 atas PSTK Tanjung Kelit.
Kepala Desa Musai, M. Nazum, mengaku bersyukur atas keberhasilan tim kebanggaan desanya mengangkat trofi setelah melewati pertandingan yang berlangsung penuh tekanan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Musai Junior FC mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik hingga akhir dan berhasil meraih juara pertama. Meski sempat terjadi kericuhan di detik-detik terakhir pertandingan, semangat pemain tidak pernah surut. Alhamdulillah, melalui gol yang tercipta pada masa tambahan waktu, kami berhasil meraih kemenangan,” ujarnya.
Nazum menilai keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pemain, pelatih, manajemen tim, serta dukungan masyarakat Desa Musai yang terus memberikan semangat sepanjang turnamen.
“Kemenangan ini bukan hanya milik pemain, tetapi milik seluruh masyarakat Musai. Kami sangat bersyukur dan berharap ke depan Musai Junior FC dapat terus berkembang, semakin solid, dan mampu mengukir prestasi yang lebih baik lagi di berbagai turnamen berikutnya,” katanya.
Turnamen Dusun Limbung Cup VIII yang berlangsung sejak 18 Mei 2026 pun resmi ditutup. Selain menjadi ajang persaingan antar tim, kompetisi ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas UMKM di sekitar arena pertandingan.
Final edisi kedelapan tersebut dipastikan menjadi salah satu laga yang paling dikenang. Diwarnai ketegangan, sempat terhenti akibat kericuhan, hingga akhirnya ditutup dengan satu gol penentu di masa tambahan waktu yang mengantarkan Musai Junior FC berdiri di podium juara. (Juh)



