ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Kesabaran warga, khususnya para pelaku usaha di Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali diuji. Gangguan listrik yang terjadi berulang kali membuat puluhan warga mendatangi Kantor PLN ULP Anambas, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kedatangan warga dipicu kondisi kelistrikan yang kembali bermasalah. Selain listrik padam, daya yang rendah menyebabkan aliran listrik mengalami kondisi mati-hidup berulang kali.
Situasi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usaha mereka.
Warga yang datang tampak didominasi kalangan pelaku usaha. Mereka meminta pihak PLN memberikan penjelasan yang jelas mengenai persoalan kelistrikan yang terus berulang serta langkah konkret untuk mengatasinya.
“Kita datang ke sini karena sudah geram dengan kondisi listrik yang kerap padam. Keluhan seperti ini sudah sering kami dengar dari masyarakat maupun para pelaku usaha. Mereka merasa sangat terganggu dengan kondisi listrik yang tidak stabil,” ucap Dandi, Ketua HNSI Anambas saat dikonfirmasi.
Katanya, persoalan listrik bukan hanya soal padamnya aliran listrik, tetapi juga menyangkut aktivitas masyarakat dan pelaku usaha yang ikut terdampak ketika pasokan listrik tidak stabil.
“Tadi, ada beberapa orang yang masuk ke dalam untuk mempertanyakan langsung kepada pihak PLN. Di dalam juga ada beberapa anggota dewan dan pihak kepolisian yang turut melakukan mediasi,” jelasnya.
Kedatangan warga tersebut mendapat perhatian aparat kepolisian. Sejumlah personel terlihat bersiaga di depan Kantor PLN ULP Anambas untuk mengantisipasi situasi sekaligus menjaga kondisi tetap aman dan kondusif.
Warga berharap pertemuan dan mediasi tersebut tidak berhenti pada penjelasan semata. Mereka meminta PLN memberikan solusi nyata agar persoalan listrik yang berulang tidak terus membebani masyarakat, khususnya pelaku usaha.
Bagi warga, listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, gangguan berulang dengan kondisi mati-hidup dan daya rendah dinilai sudah memerlukan penanganan serius dan penjelasan terbuka dari pihak PLN.



