ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Menjawab keresahan warga yang mendatangi Kantor PLN ULP Anambas pada Sabtu (15/8/2026) malam akibat listrik kerap padam dan mengalami mati-hidup, pihak PLN menjelaskan bahwa gangguan tersebut dipicu kendala teknis pada salah satu komponen mesin pembangkit.
Manager PLN ULP Anambas, Fahri, mengatakan kondisi sistem kelistrikan saat ini telah kembali normal setelah pihaknya melakukan pemeliharaan dan penanganan terhadap mesin yang mengalami gangguan.
“Alhamdulillah sudah aman. Tadi memang ada kendala di bagian komponen mesin kita yang trouble, jadi sudah kita lakukan pemeliharaan. Sekarang sudah dalam posisi normal,” ujar Fahri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
Namun, persoalan kelistrikan di Anambas tidak semata-mata disebabkan gangguan teknis sesaat. Fahri mengungkapkan, kapasitas pembangkit yang tersedia saat ini cukup terbatas dibandingkan dengan kebutuhan listrik pada beban puncak.
Khusus sistem kelistrikan Tarempa, kapasitas mesin pembangkit yang tersedia sekitar 3,5 Mega, sedangkan beban puncak pelanggan berada di kisaran 3,2 hingga 3,3 Mega.
Kondisi tersebut membuat cadangan daya relatif tipis. Ketika salah satu mesin atau komponennya mengalami gangguan, sistem kelistrikan pun berpotensi terdampak dan menyebabkan terjadinya pemadaman.
“Kalau daya mesin kita sekarang 3,5 Mega khusus di Tarempa. Untuk beban puncak perkiraan 3,2 sampai 3,3 Mega,” jelasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas tersebut, Fahri memastikan PLN ULP Anambas telah mengusulkan penambahan mesin pembangkit baru melalui UP3 Tanjungpinang.
Tambahan kapasitas yang diusulkan sekitar 1 Mega. Namun, realisasi mesin tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kajian dan persetujuan dari jenjang PLN yang lebih tinggi.
“Mesin itu sudah diusulkan dari sebelumnya juga. Tentunya berproses karena banyak tahapan yang harus dilalui dan melalui kajian. Saat ini posisi kami menunggu sambil juga berkomunikasi,” katanya.
Menurut Fahri, kewenangan ULP berada pada level pelayanan di daerah sehingga keputusan terkait pengadaan mesin baru maupun mesin sewa bukan berada sepenuhnya di tangan PLN ULP Anambas.
Sambil menunggu realisasi penambahan pembangkit, PLN mengaku melakukan optimalisasi mesin yang tersedia serta pemeliharaan jaringan secara rutin untuk menekan potensi gangguan.
Terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi listrik yang sempat mengalami tegangan naik-turun atau mati-hidup, Fahri menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pada sistem pembangkit.
Pemadaman sementara, lanjutnya, dilakukan sebagai langkah pengamanan ketika sistem mengalami kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan lebih besar.
“Kalau memang penyebab dari mesin, makanya kemarin terjadi spanning drop, kami langsung padamkan. Tahapan pertama kami harus padamkan supaya jangan kejadian itu berlanjut. Setelah itu kami investigasi, setelah normal semua baru kami hidupkan kembali,” jelasnya.
Fahri juga menyebut gangguan kelistrikan di Pulau Siantan dapat berasal dari sisi jaringan maupun pembangkit. Karena itu, PLN ULP Anambas akan mengoptimalkan pemeliharaan jaringan sebagai salah satu upaya mengurangi potensi gangguan.
Fahri turut membantah anggapan bahwa gangguan listrik terjadi akibat adanya kegiatan atau acara di Lapangan Sulaiman yang disebut meningkatkan penggunaan listrik.
Gangguan yang terjadi murni disebabkan kendala pada sistem pembangkit dan tidak berkaitan dengan kegiatan tersebut.
“Tidak ada. Memang kendala di sistem pembangkit kemarin. Tidak ada kendala terkait acara atau apa pun,” tegasnya.
PLN berharap dukungan tersebut dapat memperkuat upaya pengusulan mesin pembangkit baru, sehingga keterbatasan cadangan daya yang selama ini menjadi salah satu persoalan kelistrikan di Anambas dapat segera teratasi.



