ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Suasana apel pagi di Mapolsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, Senin (7/9/2026), berlangsung dengan pesan yang menyentuh. Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, mengingatkan seluruh personel agar tidak pernah melupakan orang tua di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Di hadapan jajaran personel, perwira pertama Polri yang kini dipercaya memimpin Polsek Siantan itu menekankan bahwa di balik setiap keberhasilan seseorang, ada doa, pengorbanan dan kasih sayang orang tua yang tidak ternilai.
“Jangan sampai kita sibuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi lupa menjaga hati dan kebahagiaan orang tua kita sendiri,” pesan Iptu Dodi dalam arahannya.
Bagi Iptu Dodi, menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada nilai yang lebih mendasar, yakni bagaimana setiap personel tetap memiliki kepedulian terhadap keluarga, khususnya orang tua yang telah membesarkan mereka.
Ia kemudian mengingatkan sebuah ungkapan yang sarat makna, yakni “doa seorang ibu menembus langit.”
Kalimat tersebut, kata Iptu Dodi, menjadi pengingat akan besarnya kasih sayang seorang ibu. Seorang ibu mungkin tidak selalu mampu memberikan harta dalam jumlah besar, tetapi doa untuk keselamatan, kesehatan dan keberhasilan anak hampir tidak pernah berhenti.
“Ketika anaknya pergi bekerja, ibu berdoa agar selamat. Ketika anaknya menghadapi masalah, ibu berdoa agar diberikan kekuatan. Bahkan ketika anaknya sudah dewasa dan memiliki keluarga sendiri, seorang ibu tetap mendoakan anaknya,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak personel untuk tidak mengukur bakti kepada orang tua hanya dari materi. Perhatian sederhana justru kerap menjadi hal yang paling berarti.
Menelepon dan menanyakan kabar, menyempatkan diri datang, mendengarkan cerita, membantu kebutuhan orang tua, hingga menjaga ucapan agar tidak melukai hati mereka merupakan bentuk bakti yang dapat dilakukan kapan saja.
“Telepon ibu. Tanyakan kabarnya. Datangi orang tua ketika ada kesempatan. Dengarkan ceritanya. Bantu kebutuhannya. Jangan membentak atau menyakiti hatinya. Dan yang paling penting, selalu doakan mereka,” ujar Iptu Dodi dengan nada penuh makna.
Dia juga mengingatkan agar setiap orang tidak menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya kehadiran orang tua.
Sebab, seseorang bisa saja suatu hari memiliki jabatan tinggi, banyak uang, kendaraan dan berbagai keberhasilan. Namun semua pencapaian itu tidak akan mengembalikan kesempatan ketika waktu untuk berbicara dengan orang tua telah berakhir.
“Jangan sampai suatu hari kita memiliki banyak uang, memiliki jabatan, memiliki kendaraan dan berbagai keberhasilan, tetapi kita sudah tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan, ‘Bu, terima kasih’,” ungkapnya.
Bagi personel yang masih memiliki orang tua, Kapolsek Siantan mengajak agar kesempatan tersebut digunakan untuk menjaga dan membahagiakan mereka selagi masih ada waktu.
Sementara bagi anggota yang telah kehilangan ayah atau ibu, ia berpesan agar bakti tidak berhenti. Doa tetap dapat menjadi bentuk kasih sayang yang terus diberikan kepada orang tua yang telah berpulang.
“Jangan pernah berhenti mendoakan mereka. Salah satu bentuk bakti seorang anak yang masih dapat dilakukan adalah mendoakan orang tua,” katanya.
Dalam arahannya, Pria kelahiran 1987 itu juga menyinggung pentingnya menjaga sikap sebagai anggota Polri. Pangkat dan jabatan, tegasnya, bukan alasan untuk bersikap sombong.
Justru ketika berada dalam posisi yang lebih tinggi, seseorang harus semakin mengingat siapa saja yang telah memberikan dukungan dan doa hingga dirinya mencapai titik tersebut.
Dirinya mengajak seluruh personel menjadikan doa orang tua sebagai kekuatan, nasihat mereka sebagai pedoman, dan keberkahan dari orang tua sebagai bagian dari perjalanan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
“Saya berharap seluruh personel Polsek Siantan tidak hanya menjadi polisi yang baik dalam melaksanakan tugas, tetapi juga menjadi anak yang baik, yang berbakti dan membahagiakan orang tua,” harapnya.
Menurut Iptu Dodi, keberhasilan seorang anggota Polri tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi pangkat atau jabatan yang diraih. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan memberikan kebahagiaan kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendoakan sejak awal kehidupan.
“Jangan tunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya seorang ibu,” imbuhnya.
Pesan tersebut tidak berhenti sebagai arahan dalam apel pagi. Seusai apel, sejumlah personel langsung menyempatkan diri menghubungi ibu mereka, sekadar menanyakan kabar dan memastikan orang tua dalam keadaan baik.
“Kalau setelah apel ini ada yang langsung menelepon ibunya, itu hal sederhana, tetapi sangat berarti. Jangan tunggu ada sesuatu terjadi baru kita mencari dan menghubungi orang tua. Selagi masih diberi kesempatan, sapa mereka, dengarkan suaranya dan bahagiakan mereka,” tutur Iptu Dodi.



