ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah. Namun, kondisi berbeda dirasakan masyarakat Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Hingga kini, kebutuhan air warga yang dihuni kurang lebih 814 jiwa masih terpenuhi dengan baik.
Kondisi tersebut didukung oleh keberadaan tujuh titik sumur bor yang tersebar di wilayah Desa Payamaram. Fasilitas itu menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di tengah kondisi cuaca yang minim hujan.
Tujuh sumur bor tersebut tidak dibangun sekaligus dalam waktu yang sama. Adapun pembangunan sumur bor terakhir dilakukan pada 2023. Hingga saat ini, sumber air yang tersedia masih memiliki debit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Payamaram, Yariman, mengatakan kondisi air di wilayahnya masih aman dan stabil. Distribusi air ke rumah-rumah warga juga sejauh ini berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah, untuk saat ini kondisi air di Desa Payamaram masih aman dan stabil. Sumber mata air atau sumur bor kami masih memiliki debit yang cukup, dan distribusi ke rumah-rumah warga masih berjalan lancar,” ujar Yariman kepada zonasidik, Minggu (6/9/2026)
Ia menjelaskan, pemerintah desa telah menyediakan sumur bor sebagai salah satu sumber air bagi masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai cukup membantu dalam menopang kebutuhan harian warga.

“Kami pemerintah desa sudah memberikan sumur bor yang dikelola RT masing-masing sebagai sumber air. Infrastruktur air kami masih mampu menopang kebutuhan harian,” katanya.
Meski kondisi air masih tergolong aman, masyarakat tetap diimbau tidak menggunakan air secara berlebihan. Penggunaan secara bijak diperlukan untuk menjaga ketersediaan sumber air selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami tetap mengimbau warga untuk tetap menggunakan air secara bijak dan tidak boros, agar stok tetap terjaga hingga musim hujan tiba,” lanjut Yariman.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Desa Payamaram bersama masyarakat juga tetap melakukan ikhtiar dengan melaksanakan Salat Istisqa. Salat tersebut digelar sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
“Kita juga telah melaksanakan Salat Istisqa bersama pemerintah dan lintas sektor setempat sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun. Mudah-mudahan kondisi kemarau yang terjadi saat ini segera berakhir,” tuturnya.
Langkah itu menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Meski kebutuhan air untuk saat ini masih dapat dipenuhi melalui sumur bor, harapan akan turunnya hujan tetap menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga ketersediaan air di Desa Payamaram.



