LINGGA-ZONASIDIK.COM | Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga mengakui upaya pembenahan Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, Minggu (27/9/2026).
Dikatakannya, Pemkab Lingga setiap tahun tetap berupaya mengalokasikan anggaran untuk melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Setiap tahun kami berusaha untuk menganggarkan, walaupun bertahap dan tertatih-tatih. Mohon dimaklumi, insyaallah ke depan akan lebih baik. Kalau prioritas, itulah setiap tahun diprioritaskan, tetapi keadaan berkehendak lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dishub Lingga terus berupaya membenahi sejumlah pelabuhan yang menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat, termasuk Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh.
Namun, menurutnya, pembenahan tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Pada intinya kami dari Pemkab Lingga melalui Dinas Perhubungan terus berupaya membenahi pelabuhan-pelabuhan yang ada, khususnya Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh. Namun tidak akan semudah yang dibayangkan dengan keadaan sekarang ini,” katanya.
Ia menegaskan, apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan, fasilitas pelayanan yang mengalami kerusakan tentu akan menjadi perhatian untuk segera diperbaiki, terlebih Pelabuhan Roro Jagoh memiliki peran penting bagi aktivitas dan perekonomian masyarakat Lingga.
Kadis Perhubungan Lingga tersebut juga mengungkapkan bahwa pada 2025 pihaknya telah melakukan perbaikan pada bagian Mobile Bridge (MB) di Pelabuhan Roro Jagoh.
Namun, ia mengakui perbaikan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena anggaran yang tersedia terbatas.
“Tahun kemarin, 2025, kami melakukan perbaikan khususnya di posisi Mobile Bridge (MB). Tapi kami akui memang belum maksimal karena anggaran hanya sebatas itu. Artinya, tidak mencukupi untuk dilakukan perbaikan atau pemeliharaan secara keseluruhan,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, fasilitas pelabuhan membutuhkan perbaikan, sementara di sisi lain kemampuan anggaran daerah harus disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Saya kira ini memang buah simalakama. Dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, tetapi kita tetap harus berbenah terhadap kerusakan, khususnya Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Dishub Kabupaten Lingga memastikan kebutuhan perbaikan Pelabuhan Roro Jagoh akan tetap diusulkan dalam penganggaran setiap tahunnya.
Hal tersebut dilakukan karena pelabuhan tersebut merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian di Kabupaten Lingga.
“Sekali lagi, kami dari Dinas Perhubungan terus akan memasukkan anggaran setiap tahunnya untuk perbaikan-perbaikan di Pelabuhan Roro Jagoh khususnya, karena memang ini sebagai keluar masuknya kegiatan perekonomian di Kabupaten Lingga,” katanya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak bermaksud membiarkan kondisi fasilitas pelabuhan yang membutuhkan perhatian, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut.
“Kami tidak akan membiarkan kondisi yang memang perlu perhatian penuh, apalagi terhadap pelayanan masyarakat dan pengguna jasa angkutan laut. Doakan saja semoga upaya ini bisa terus terlaksanakan,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jasa Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan dalam pelayanan.
Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan bentuk pembiaran dari pemerintah, melainkan dampak dari keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
“Sebagai Kadishub Lingga, kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan dan angkutan penyeberangan Roro Jagoh terhadap ketidaknyamanan dalam pelayanan ini. Tapi percayalah, ini bukan pembiaran, melainkan kondisi anggaran kami yang terbatas,” pungkasnya.



