LINGGA-ZONASIDIK.COM | Kondisi Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menuai sorotan. Fasilitas transportasi laut yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius serta rehabilitasi.
Sorotan itu disampaikan Aktivis Lingga sekaligus Ketua Umum Generasi Muda Melayu Madani Kepulauan Riau (GM3KR) Provinsi Kepri, Fahrul Anshori, atau yang akrab disapa Ori.
Menurut Ori, kondisi Pelabuhan Roro Jagoh saat ini tidak sebanding dengan perannya sebagai salah satu akses transportasi penting yang menghubungkan masyarakat Dabo Singkep, Daik, dan wilayah sekitarnya.
“Pelabuhan Roro Jagoh ini merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Dabo, Daik, atau sebaliknya. Kondisinya yang memerlukan perbaikan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jangan sampai fasilitas publik yang digunakan setiap hari justru terkesan diabaikan,” ujar Ori kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian konstruksi Pelabuhan Roro Jagoh terlihat mengalami penurunan kondisi. Beberapa komponen besi tampak berkarat, sementara bagian dermaga dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat evaluasi teknis dari instansi berwenang, mengingat pelabuhan merupakan fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan aktivitas penyeberangan, mobilitas warga hingga distribusi logistik.
Ori mempertanyakan sejauh mana perhatian pemerintah terhadap fasilitas publik yang memiliki fungsi strategis bagi masyarakat Lingga tersebut.
Ia juga menyinggung berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pengelolaan anggaran daerah. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut semestinya dijawab melalui keterbukaan dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.
“Banyak informasi yang berkembang mengenai dugaan persoalan pengelolaan anggaran daerah. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat, mengapa fasilitas publik yang sangat penting seperti Pelabuhan Roro Jagoh ini justru belum mendapatkan perhatian maksimal,” katanya.
“Jika memang anggaran dikelola dengan baik dan tepat sasaran, seharusnya kebutuhan infrastruktur dasar seperti ini bisa segera ditangani,” tambah Ori.
Disebutkannya, persoalan Pelabuhan Roro Jagoh tidak hanya menyangkut tampilan fisik maupun kenyamanan pengguna jasa. Kondisi infrastruktur juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang.
“Kalau melihat kondisi fisiknya hari ini, masyarakat tentu bisa menilai sendiri. Pelabuhan ini bukan sekadar membutuhkan perawatan ringan, tetapi sudah memerlukan perhatian serius dan rehabilitasi menyeluruh,” sebutnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lingga, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta instansi teknis terkait tidak saling menunggu dalam menangani kondisi tersebut.
Ori mendorong dilakukannya pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan anggaran rehabilitasi Pelabuhan Roro Jagoh.
“Jangan tunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Infrastruktur publik seperti pelabuhan harus dirawat dan diperbaiki secara berkala karena menyangkut kepentingan banyak orang,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Pelabuhan Roro Jagoh dapat kembali memberikan pelayanan yang aman, layak, dan optimal bagi masyarakat.



