Pemadaman Berulang di Tiga Kecamatan Dibahas, Satu Mesin Ditargetkan Beroperasi 1 Oktober

Suasana pertemuan pihak PLN bersama Pemerintah Daerah, DPRD, camat, kepala desa, BPD, unsur Forkopimda, dan perwakilan masyarakat saat membahas persoalan kelistrikan di tiga kecamatan, yakni Palmatak, Siantan Tengah, dan Kute Siantan, di Pendopo Desa Payalaman, Kamis (24/9/2026). Foto: Pinni/ZS.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Permasalahan pemadaman listrik yang terjadi berulang di Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Tengah, dan Kecamatan Kute Siantan dibahas dalam pertemuan bersama di Pendopo Desa Payalaman, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan pihak PLN, Pemerintah Daerah, DPRD, camat, kepala desa, BPD, unsur Forkopimda, serta perwakilan masyarakat. Berbagai persoalan disampaikan dalam forum, mulai dari kondisi mesin pembangkit, gangguan jaringan, rencana pemeliharaan, hingga penyampaian informasi saat terjadi pemadaman.

Dari pembahasan tersebut, Salah satunya menargetkan mesin yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi pada 1 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Plh Manager PLN ULP Anambas, Imam Wicaksono, mengatakan persoalan mesin menjadi salah satu kendala yang saat ini sedang ditangani PLN.

“Tadi yang masalah mesin, tadi ada gangguan, yang kondisinya yang akan running itu di tanggal satu Oktober ya, sesuai dengan kesepakatan tadi,” kata Imam saat ditemui usai pertemuan.

Selain persoalan mesin, gangguan pada jaringan penyulang yang berkaitan dengan tumbuhan juga menjadi perhatian. PLN berencana mendatangkan tim khusus untuk melakukan pemangkasan.

Untuk pelaksanaannya, Imam menyebutkan, PLN membutuhkan dukungan masyarakat dan pemuka setempat, khususnya dalam memberikan akses atau izin terhadap kegiatan pemangkasan di sekitar jaringan.

“Untuk gangguan penyulang yang ada, seperti tumbuhan, itu kita juga meminta bantuanlah ke kawan-kawan dan pemuka masyarakat untuk mengizinkan,” sebutnya.

Imam menjelaskan, saat ini terdapat 11 unit mesin di PLN Sub ULP Ladan. Dari jumlah tersebut, tiga unit mengalami gangguan, sementara delapan unit masih beroperasi.

Jangka pendek, lanjutnya, PLN tengah mengupayakan perbaikan terhadap salah satu mesin yang mengalami gangguan. Suku cadang untuk perbaikan mesin tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.

“Kita lagi upayakan satu mesin diperbaiki, spare part-nya akan tiba besok. Jika 1 mesin dengan daya 400 kW ini bisa beroperasi lagi maka dayanya nanti tercukupi,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, dua unit mesin dengan total daya 1.870 kW akan diperbaiki dengan target penyelesaian dalam waktu empat bulan, terhitung sejak September 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, menekankan pentingnya penyampaian informasi dan koordinasi dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Katanya, masyarakat membutuhkan penjelasan mengenai kondisi yang mereka alami sehari-hari, termasuk ketika terjadi pemadaman listrik. Penjelasan tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui kondisi yang terjadi serta langkah yang sedang dilakukan untuk menanganinya.

“Yang paling penting adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan mereka, yang mereka alami setiap hari, itu perlu disampaikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, penjelasan yang disampaikan berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan akan lebih mudah diterima masyarakat.

“Kalau memang logis dan memang itu masuk akal, saya kira tidak ada orang yang tidak bisa menerima. Asalkan memang semua bukan dibuat-buat, ada fakta yang terjadi seperti itu,” ucapnya.

Sahtiar juga mengingatkan pentingnya koordinasi sebelum mengambil tindakan. Menurutnya, minimnya komunikasi dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat dan membuat penanganan persoalan menjadi lebih panjang.

“Kalau kita melakukan sesuatu tanpa koordinasi, tindakan kita ambil sendiri, persepsi di luar akan berbeda-beda,” imbuhnya.

Ia kemudian menyinggung mekanisme pemberitahuan pemadaman yang menurutnya perlu diperjelas agar masyarakat mengetahui kondisi yang terjadi.

“Biar masyarakat itu tahu. Kalaupun dia nanya, ‘Ini ada pemadaman kenapa?’, dia akan tanya masalah pemadamannya apa, nanti tinggal dijelaskan,” ujar Sahtiar.

Ia berharap pola komunikasi dan koordinasi tersebut dapat berjalan lebih cepat, terutama ketika terdapat gangguan yang berpotensi mengganggu pelayanan listrik dalam waktu yang cukup lama.

“Kalau ada sesuatu, saya kira benar-benar harus cepat dan tanggap, dan dikoordinasikan sebelum ini menjadi besar,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah dan Kute Siantan (BAMUS-KPSTK), Azman Riadi, mengatakan pertemuan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mendengar keluhan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan yang terjadi di tiga kecamatan tersebut.

Disampaikannya, BAMUS-KPSTK bersama para kepala desa memiliki niat untuk menyampaikan kondisi yang dirasakan masyarakat kepada pihak terkait. Hal itu kemudian diwujudkan dengan mengirimkan surat hingga pertemuan bersama ini dapat terlaksana.

“Ini untuk merealisasikan kebutuhan dasar masyarakat, mendengar keluhan masyarakat, dan juga niat baik para kades. Karena tujuan Bamus, supaya persoalan dengan PLN ini cepat teratasi,” ujar Azman.

Ia berharap pembahasan yang telah dilakukan bersama PLN dan pihak terkait dapat ditindaklanjuti, sehingga penanganan terhadap gangguan kelistrikan di tiga kecamatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan langkah yang telah disepakati dalam berita acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *