ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Kesebelasan Desa Tiangau berhasil mengamankan tiket ke babak delapan besar setelah menaklukkan Desa Candi dengan skor 3-0 dalam lanjutan Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Jumat (30/10/2026).
Sejak awal pertandingan, Tiangau langsung mengambil inisiatif menyerang dan memberikan tekanan ke lini pertahanan Candi. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui serangan cepat, namun upaya awal mereka masih mampu digagalkan penjaga gawang dan barisan pertahanan Candi.
Peluang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit keenam. Berawal dari pelanggaran pemain Candi, Tiangau mendapatkan hadiah tendangan bebas yang dieksekusi pemain bernomor punggung 4. Tendangan keras yang mengarah ke sisi kanan atas gawang tidak mampu dihalau penjaga gawang Candi sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Candi berusaha merespons ketertinggalan tersebut. Pada menit kedelapan, sebuah umpan lambung disambut sundulan pemain bernomor punggung 12. Namun, bola yang mengarah ke gawang masih terlalu lemah dan berhasil diamankan penjaga gawang Tiangau.
Memasuki menit-menit berikutnya, Tiangau kembali mengancam melalui Sadam Husein bernomor punggung 29. Pemain tersebut berhasil melewati barisan pertahanan Candi dan berhadapan dengan penjaga gawang, tetapi peluang itu belum berhasil dikonversi menjadi gol.
Sadam kembali memperoleh kesempatan melalui serangan berikutnya, namun pertahanan Candi masih mampu menggagalkan upayanya.
Keunggulan Tiangau bertambah pada menit ke-26. Berawal dari umpan jarak jauh, pemain bernomor punggung 21 berhasil memanfaatkan posisi penjaga gawang Candi yang berada cukup jauh dari garis gawang. Bola pun berhasil diselesaikan menjadi gol kedua bagi Tiangau.
Menjelang akhir babak pertama, Sadam Husein kembali memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauh yang berhasil melewati barisan pertahanan Candi. Namun, penjaga gawang Candi masih mampu mengantisipasi bola tersebut.
Ketatnya pertandingan juga terlihat dari sejumlah pelanggaran yang terjadi. Pada babak pertama, wasit mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain Candi, masing-masing bernomor punggung 17 dan 4.
Memasuki babak kedua, Candi berupaya bangkit dan memberikan perlawanan. Namun, sejumlah serangan belum mampu menghasilkan gol. Beberapa upaya mereka terhenti karena terjebak offside, sementara tendangan yang dilepaskan masih melebar dari sasaran.
Pada menit ke-42, situasi sempat memanas di depan gawang Tiangau setelah Candi mendapatkan tendangan bebas dari jarak jauh. Penjaga gawang Tiangau berhasil menangkap bola, tetapi kemudian terjadi gesekan dengan sejumlah pemain Candi. Insiden tersebut membuat pemain Candi bernomor punggung 14 diganjar kartu kuning.
Tidak berselang lama, gesekan kembali terjadi antar pemain. Wasit kembali mengeluarkan kartu kuning kepada pemain Tiangau bernomor punggung 14 dan pemain Candi bernomor punggung 95.
Situasi semakin memanas pada menit ke-49 ketika Sadam Husein dilanggar dengan keras. Insiden tersebut sempat memicu ketegangan hingga sejumlah penonton masuk ke lapangan.
Wasit kemudian mengambil tindakan dengan mengeluarkan kartu kuning kedua kepada pemain Candi bernomor punggung 14, yang sebelumnya telah menerima kartu kuning. Pemain tersebut pun harus meninggalkan pertandingan.
Bermain dengan 10 pemain membuat Candi semakin kesulitan mengejar ketertinggalan dua gol. Sementara itu, Tiangau terus berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk memperbesar skor.
Setelah memasuki tambahan waktu empat menit, Tiangau akhirnya memastikan kemenangan melalui gol ketiga yang dicetak Sadam Husein. Ia berhasil melewati dua pemain bertahan Candi sebelum melepaskan tendangan dari jarak dekat yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang.
Candi sempat memperoleh peluang melalui tendangan bebas setelah terjadi pelanggaran di dekat kotak penalti. Namun, eksekusi pemain bernomor punggung 4 masih melambung di atas mistar gawang.
Tiangau juga memperoleh kesempatan menambah keunggulan melalui tendangan bebas yang dieksekusi pemain bernomor punggung 4. Bola sempat membentur mistar gawang dan ditepis penjaga gawang Candi sebelum menghasilkan tendangan pojok. Namun, peluang tersebut tidak mengubah kedudukan hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Desa Tiangau.

Kepala Desa Tiangau, Kherman Syah, mengapresiasi penampilan tim yang berhasil melangkah ke babak berikutnya. Ia berharap para pemain terus meningkatkan kualitas permainan, menjaga kekompakan, serta mengedepankan nilai-nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.
“Kami berharap ke depannya para pemain bisa tampil lebih baik lagi, tetap menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi semangat fair play. Mudah-mudahan melalui turnamen ini, olahraga sepak bola di Kabupaten Kepulauan Anambas semakin berkembang dan mampu membawa kemajuan bagi daerah,” ungkapnya.
Senada, Ketua Karang Taruna Mekar Indah Desa Tiangau, Taufik, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang diraih timnya. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pemain dan official yang telah berjuang selama pertandingan.
“Alhamdulillah, dalam pertandingan ini tim Desa Tiangau kembali meraih kemenangan dengan skor 3-0 melalui permainan yang sangat baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain dan official atas kerja keras serta perjuangan yang telah diberikan,” ujarnya.
Ia berharap pada pertandingan selanjutnya Tiangau dapat kembali meraih hasil positif dengan menampilkan permainan yang semakin baik.



