LINGGA-ZONASIDIK.COM | Prajurit Yonif TP 849/Beladau Sakti bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di area pertanian warga Desa Bukit Langkap SP 1, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Sabtu (22/8/2026).
Dalam penanganan tersebut, Yonif TP 849/Beladau Sakti menerjunkan tujuh personel tim pemadam yang dipimpin langsung Danton Yonif TP 849/Beladau Sakti, Letda Inf. Muammar Facrurrazi.
Kehadiran prajurit TNI di lokasi merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun hutan di sekitar lokasi kejadian.
Proses pemadaman dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Lingga, Pemadam Kebakaran, Polsek Daik, Babinsa Desa Bukit Langkap, serta masyarakat setempat.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang masih mengeluarkan api, memadamkan bara yang tersisa, serta melakukan penyiraman secara intensif untuk mencegah munculnya kembali titik api akibat kondisi cuaca dan hembusan angin.
Di lapangan, Letda Inf. Muammar Facrurrazi bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lingga, Okta, turut memimpin dan mengoordinasikan proses pemadaman. Personel kemudian dibagi ke sejumlah sektor untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan api tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Danton Yonif TP 849/Beladau Sakti, Letda Inf. Muammar Facrurrazi, mengatakan keterlibatan prajurit TNI dalam penanganan karhutla merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud nyata pelaksanaan tugas kemanusiaan di wilayah Kabupaten Lingga.
“Yonif TP 849/Beladau Sakti akan selalu siap hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan. Begitu menerima informasi adanya kebakaran, personel kami langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama unsur terkait,” ujar Muammar.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat pengendalian api sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.
Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api yang sempat mengancam lahan pertanian warga berhasil dikendalikan secara bertahap.
Hingga proses pendinginan berlangsung, personel Yonif TP 849/Beladau Sakti bersama tim gabungan tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.



