Data Kredit Dipersoalkan Sejak 2023, Nasabah Pertanyakan Tindak Lanjut BRI Daik Lingga

Suasana di depan kantor BRI Cabang Daik Lingga yang tampak ramai dengan aktivitas warga.

LINGGA-ZONASIDIK.COM | Sikap Kepala BRI Cabang Daik Lingga, David, saat dikonfirmasi mengenai persoalan data kredit yang dikeluhkan AMD kembali menjadi perhatian. David mengaku tidak mengetahui secara rinci persoalan tersebut karena tidak pernah menerima laporan maupun berkas dari bawahannya.

Padahal, menurut AMD, persoalan terkait data kredit atas namanya telah berulang kali disampaikan kepada pihak BRI sejak 2023. Ia juga mengaku telah beberapa kali mendatangi kantor bank untuk meminta penjelasan mengenai data kredit yang disebut memiliki kesamaan atau dugaan data ganda.

Dalam keterangannya, David menyarankan AMD melakukan pengecekan dan pelaporan secara mandiri melalui layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Sementara ketika ditanya mengenai Suhaimi, petugas yang sebelumnya disebut menangani persoalan tersebut, David menyampaikan bahwa yang bersangkutan berada di Tanjung Uban dan menyarankan AMD menemuinya secara langsung.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut kemudian membuat AMD mempertanyakan mekanisme penanganan pengaduan nasabah di internal BRI.

Menurut AMD, persoalan tersebut bukanlah laporan baru. Ia mengaku telah berulang kali berkomunikasi dengan petugas terkait dan sebelumnya memperoleh informasi bahwa persoalannya akan ditindaklanjuti, termasuk melalui OJK.

Namun, setelah berjalan cukup lama, AMD mengaku belum memperoleh penjelasan yang memberikan kepastian mengenai status data kredit yang dipersoalkannya.

Bagi AMD, arahan untuk melakukan penelusuran secara mandiri melalui OJK maupun menemui petugas yang disebut sudah berada di luar daerah menimbulkan kesan bahwa beban penyelesaian justru kembali berada di pihak nasabah.

“Saya datang ke bank karena ingin mendapatkan kejelasan. Kalau saya terus disuruh mencari sendiri, lalu sebenarnya siapa yang bertanggung jawab menyelesaikan persoalan data nasabah ini?” ujar AMD.

Ia juga mempertanyakan tindak lanjut atas informasi sebelumnya yang menyebut persoalan tersebut akan disampaikan kepada OJK. Menurutnya, setidaknya diperlukan informasi mengenai sejauh mana proses tersebut telah dilakukan dan bagaimana status pengaduannya.

AMD menegaskan, dirinya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Ia hanya ingin memperoleh kepastian mengenai data kredit yang tercatat atas namanya, termasuk memastikan data tersebut benar dan tidak terdapat kesalahan administrasi yang berpotensi merugikan dirinya ketika mengakses layanan perbankan.

Ia menilai, berulangnya proses komunikasi tanpa kejelasan penyelesaian membuat dirinya merasa belum mendapatkan pelayanan yang diharapkan sebagai nasabah.

“Kalau memang datanya benar, jelaskan. Kalau ada kesalahan, perbaiki. Kalau memang harus melalui OJK, jelaskan prosesnya dan tunjukkan bahwa sudah ditindaklanjuti. Jangan nasabah datang berkali-kali tetapi jawabannya selalu berbeda,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BRI Cabang Daik Lingga, David, tetap menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci persoalan tersebut karena tidak pernah menerima laporan dari bawahannya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut, mengingat persoalan yang disampaikan AMD berkaitan dengan data kredit nasabah dan menurut pengakuannya telah berlangsung sejak 2023.

Hingga kini, AMD berharap BRI dapat memberikan penjelasan resmi mengenai status data kredit yang dipersoalkannya. Ia juga meminta kejelasan mengenai pihak yang menangani pengaduannya serta langkah tindak lanjut yang telah dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *