Kades Batu Ampar Terpilih Mewakili Provinsi Kepri di Kompetisi Tingkat Nasional

Iskandar, Kepala Desa Batu Ampar, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, resmi diumumkan sebagai salah satu penerima PJA 2025

ANAMBAS-ZONAAIDIK.COM | Kepala Desa (Kades) Batu Ampar, Iskandar, terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam ajang Peacemaker Justice Award (PJA) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Ia bersama Lurah Dabo, Kabupaten Lingga, akan melaju ke tingkat nasional setelah melalui serangkaian tahapan seleksi ketat di tingkat daerah.

PJA merupakan salah satu program unggulan Kementerian Hukum dan HAM RI yang bertujuan untuk menguatkan peran Lurah dan Kepala Desa dalam menyelesaikan permasalahan hukum di tengah masyarakat melalui pendekatan non-litigasi.

Bacaan Lainnya

Program ini diawali dengan pelatihan bertajuk Peacemaker Training, dilanjutkan dengan pelaksanaan aktualisasi di tingkat kabupaten dan kota, provinsi, hingga seleksi nasional.

Tahun ini, delapan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, yakni: Lurah Kota Setokok, Kota Batam; Lurah Bandarsyah, Kabupaten Natuna; Lurah Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang.

Juga Lurah Dabo, Kabupaten Lingga; Kepala Desa Gemuruh, Kabupaten Karimun; Kepala Desa Busung, Kabupaten Bintan; Kepala Desa Batu Ampar dan Kepala Desa Piasan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kedelapan lurah dan kepala desa tersebut dinyatakan lolos seleksi provinsi dan berhak untuk menyandang gelar NLP (Neuro-Linguistic Programming).

Sementara hasil akumulasi penilaian oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Panitia Seleksi Nasional, dua peserta terpilih sebagai wakil Provinsi Kepri untuk mengikuti tahap nasional, yaitu: Kepala Desa Batu Ampar dan Lurah Dabo.

Keduanya akan mewakili Kepri dalam seleksi nasional PJA tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 1 hingga 3 September 2025.

PJA sendiri menjadi ajang pembuktian kontribusi desa-desa dari seluruh Indonesia dalam membangun budaya damai dan penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal.

Saat dihubungi, Kades Iskandar, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mewakili Provinsi Kepri dalam kompetisi tingkat nasional.

“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kehormatan dan amanah besar bagi saya pribadi dan seluruh masyarakat Desa Batu Ampar. Semoga keikutsertaan kami di tingkat nasional nanti dapat membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Anambas dan Provinsi Kepulauan Riau,” ungkapnya kepada zonasidik.com, Kamis (7/8/2025).

Katanya, Lomba tersebut berawal diikuti oleh seluruh kades dan lurah se-Indonesia dari berbagai kota dan provinsi dengan jumlah peserta 1.380.

“Lomba ini saya ikuti berawal dari rasa ingin mencoba bersaing secara kemampuan sesama kades dan lurah. Dengan semangat dan usahakan juang, membuahkan hasil dengan baik, sehingga saya bisa masuk ke tahap Nasional,” ujarnya.

Ia berharap agar program PJA ini terus diperluas dan diperkuat di tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak kepala desa dan lurah yang terlibat aktif dalam memberikan solusi atas permasalahan hukum di masyarakat secara damai, cepat, dan berkeadilan.

“Semoga semangat perdamaian dan penyelesaian konflik secara musyawarah dapat menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat kita,” imbuhnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *