Polres Anambas Akan Keluarkan Himbauan Tegas Bagi Pengguna Sepeda Listrik

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Belum lama ini beredar di medsos adanya insiden tabrakan pengguna sepeda listrik dengan pengguna kendaraan sepeda motor di Tarempa. Hal itu juga disebabkan dengan maraknya penggunaan sepeda listrik oleh masyarakat bahkan anak-anak di bawah umur.

Mengenai perihal tersebut, pihak Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas akan mengeluarkan himbauan tegas kepada orang tua dan pihak sekolah agar tidak sembarangan mengizinkan anak dibawah umur untuk mengendarai sepeda listrik di jalan umum dan pergi ke sekolah.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Apri Fajar Hermanto S.I.K., menyampaikan, bahwa kepedulian orang tua dan pihak sekolah perlu ditingkatkan agar keselamatan jiwa anak-anak dapat diwujudkan dalam mencapai generasi yang sehat. Kelalaian dan kurang responsif dari orang tua dapat menjadi pemicu utama dari peningkatan jumlah pengendara dibawah umur yang menggunakan sepeda listrik.

Bacaan Lainnya

Untuk itu Dirinya, memberikan solusi sementara dari orang tua agar anak-anak tidak menggunakan kendaraan roda dua miliknya tanpa izin orang tua adalah mengadakan substitusi unit. Yaitu membelikan sepeda listrik.

Dikatakannya, semua orang tua sangat sadar bahwa anak-anak tidak dibolehkan pakai motor. Seiring dengan kemajuan teknologi kendaraan roda dua yang semakin mudah digunakan alias matic, tidak menyurutkan ego anak-anak untuk meminjam kendaraan orang tua. Sehingga antisipasi awal bagi orang tua adalah membelikan sepeda listrik untuk anaknya dan tanpa dibekali pengetahuan azas manfaat penggunaan sepeda listrik akhirnya anak-anak pun turun ke jalanan umum dengan sepeda listrik pembelian orang tuanya.

“Sepeda listrik ini, yang digunakan oleh semua umur, mulai anak-anak sampai orang dewasa dijalan umum dapat membahayakan pengguna maupun pengguna jalan lainnya. Penggunaan sepeda listrik bukan larangan mutlak bila digunakan secara bijaksana serta dalam lingkungan yang aman, dan tidak berbahaya baik kepada pengguna sendiri maupun masyarakat umum sebagai pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Idealnya sepeda listrik, disarankannya, sebaiknya digunakan di wilayah tertutup. Sehingga tidak berhadapan dengan kendaraan yang lebih besar. Kecepatan sepeda listrik adalah tidak melebihi 35 Km/jam dan bila melebihi, maka pengguna wajib memiliki Surat Izin Mengemudi, artinya hanya orang dewasa yang boleh menggunakan sepeda listrik dengan kecepatan diatas 35 Km/jam, disamping unit wajib memiliki Surat Tanda Kendaraan Bermotor, sebagai identifikasi kendaraan. Kecepatan yang diizinkan untuk sepeda listrik adalah maksimal 20 Km/Jam.

Ditegaskannya, bahwa dasar hukum sebagai regulasi seputar sepeda listrik dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No 45 tahun 2020 tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik.

Mengingatkan pasal 3 Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 dijelaskan mengenai persyaratan keselamatan penggunaan sepeda listrik. Harus memiliki : Lampu utama, Alat pemantul cahaya (reflector) posisi belakang atau lampu, sistem rem yang berfungsi dengan baik, alat pemantul cahaya (reflector) di kiri dan kanan, klakson dan kecepatan paling tinggi 25 km/jam (dua puluh lima kilometer per jam).

Kemudian pengguna sepeda listrik, harus menggunakan helm, berusia minimal 12 tahun, dan tidak diizinkan mengangkut penumpang (kecuali dilengkapi tempat duduk penumpang). Selain itu, warga juga dilarang melakukan modifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan. Dan harus didampingi oleh orang tua atau dewasa saat anak-anak menggunakan sepeda listrik.

Seterusnya pada pasal 5 menjelaskan, sepeda listrik digunakan pada wilayah tertentu atau khusus seperti : Kawasan pemukiman, jalan yang ditetapkan untuk hari bebas kendaraan bermotor (car free day), kawasan wisata, area sekitar sarana angkutan umum massal sebagai bagian dari kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik yang terintegrasi, kawasan perkantoran, area di luar jalan, dan Jka tidak tersedia lajur khusus, maka kendaraan tertentu dapat dioperasikan di trotoar dengan kapasitas memadai dan memperhatikan keselamatan pejalan kaki.

Oleh karena itu, AKBP Apri menghimbau agar orang tua dan kepala sekolah agar selalu mengingatkan anak-anak untuk tidak menggunakan jalan umum sebagai area menggunakan sepeda listrik. Dan mengharapkan agar Dishub LH Anambas, dapat memetik hikmah dari peristiwa kecelakaan anak-anak dalam menggunakan sepeda listrik ini. (Pin/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *