ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dan orang tua.
Langkah ini ditegaskan Anggota DPRD Anambas, Hino Faisal, usai melakukan peninjauan langsung ke RSUD Palmatak, Kamis (16/4/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar memastikan kondisi korban, tetapi menjadi bagian awal dalam mengumpulkan data untuk mendorong perbaikan sistem ke depan.
“Tujuan kami turun langsung ini bukan hanya melihat korban, tapi memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Harus ada evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG,” ujar Hino.
Hino menekankan, fokus utama saat ini adalah memastikan adanya standar keamanan pangan yang ketat sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.
“Yang paling penting itu sistemnya. Apakah makanan sudah melalui uji kelayakan? Apakah dapurnya memenuhi standar? Ini yang harus dibenahi,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga ahli gizi serta pengawasan berlapis dalam setiap proses penyediaan makanan.
Menurutnya, kejadian ini menjadi alarm serius bahwa program yang menyasar pelajar harus dijalankan dengan standar kesehatan yang tidak bisa ditawar.
Meski begitu, DPRD menilai kejadian ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena terjadi dalam jumlah besar dan waktu singkat, bahkan sempat membuat fasilitas rumah sakit kewalahan pada hari pertama.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana memanggil pihak terkait, termasuk koordinator program MBG dari pusat, guna meminta penjelasan terkait sistem pengawasan dan kelayakan dapur.
Selain itu, rapat bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang sebelumnya dijadwalkan pada 24 April 2026 berpotensi dipercepat untuk membahas persoalan ini secara khusus.
“Ini bukan sekadar kejadian, tapi harus jadi bahan evaluasi bersama. Kami ingin ada jaminan keamanan sebelum program ini terus berjalan,” tuturnya. (Pin)



