Pasca Keracunan MBG di Siantan Tengah, BGN Dalami Sumber Penyebab di SPPG Air Asuk

Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, saat melakukan peninjauan dan pengumpulan data di dapur SPPG Kep. Anambas Siantan Tengah Air Asuk, Kamis (23/4/2026). 

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pasca insiden dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, tim investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk untuk mengumpulkan data primer, Kamis (23/4/2026).

Selain meninjau dapur MBG tersebut, tim juga mengunjungi Puskesmas Siantan Tengah, RSUD Palmatak, serta sejumlah sekolah guna menghimpun informasi dari berbagai pihak terkait penanganan dan dampak kejadian.

Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Arie Karimah Muhammad, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data awal guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Status kami masih mengumpulkan data primer. Kami harus mendapatkan informasi dari dapur yang memproduksi makanan, tenaga medis yang menangani korban secara langsung, serta memastikan ke mana sampel makanan dikirim dan siapa yang mengujinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh data tersebut akan dihimpun dalam satu laporan awal yang dijadwalkan rampung pada hari yang sama untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait, sembari menunggu hasil resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kesimpulan akhir tetap menunggu hasil dari BPOM. Setelah penyebabnya dipastikan, barulah kasus ini bisa dinyatakan selesai secara resmi,” tambahnya.

Arie mengatakan, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi BGN dalam menentukan apakah dapur SPPG Kep. Anambas Siantan Tengah Air Asuk dapat kembali beroperasi atau masih memerlukan perbaikan.

Selain fokus pada aspek teknis, BGN juga menyoroti dampak psikologis terhadap para korban, yang mayoritas merupakan anak-anak usia sekolah dasar.

“Kami juga memikirkan penanganan psikis anak-anak melalui trauma healing. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, pihak kepolisian, serta instansi pendidikan agar pendampingan bisa dilakukan secara optimal,” jelasnya.

Terkait operasional dapur, Arie memastikan bahwa SPPG Kep. Anambas Siantan Tengah Air Asuk untuk sementara dihentikan.

“Begitu ada laporan keracunan, operasional langsung dibekukan sampai penyebabnya jelas dan dinyatakan aman untuk kembali berjalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arie menyebutkan bahwa hasil resmi dari BPOM diperkirakan akan keluar pada Selasa mendatang. Pada hari yang sama, BGN juga akan menyampaikan pernyataan resmi terkait penyebab keracunan tersebut.

Dalam hal tanggung jawab, BGN memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh.

“Kami menanggung seluruh biaya rumah sakit dan obat-obatan. Keluarga korban tidak perlu khawatir karena itu merupakan tanggung jawab kami,” tuturnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *