Fogging Dilakukan, Kasus DBD Muncul di Desa Teluk Siantan

Petugas kesehatan dari Puskesmas Siantan Tengah melakukan fogging dari rumah ke rumah di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (27/4/2026).

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Menyusul munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam beberapa bulan terakhir, pihak Puskesmas Siantan Tengah melakukan tindakan cepat dengan melaksanakan fogging atau pengasapan nyamuk di Desa Teluk Siantan pada Senin (27/4/2026) kemarin.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, pihaknya mencatat adanya warga, khususnya anak-anak, yang terjangkit DBD.

Bacaan Lainnya

“Dalam tiga bulan terakhir ini, ada anak-anak kami yang terkena DBD. Sudah ada tiga orang, dan terakhir terjadi bulan ini. Bahkan sempat dirawat di puskesmas,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat DBD merupakan penyakit yang bisa berakibat serius jika tidak segera ditangani.

Sebagai bentuk respons cepat, petugas kesehatan dari Puskesmas Siantan Tengah turun langsung ke lapangan untuk melakukan fogging dari rumah ke rumah.

Ismaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada petugas kesehatan khusus Puskesmas Siantan Tengah yang telah sigap menangani situasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para petugas serta Camat Siantan Tengah, Bapak Firdaus, yang turut memantau pelaksanaan fogging nyamuk di desa kami. Hal ini sangat membantu dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain fogging, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Mari kita sama-sama jaga lingkungan, fogging ini hanyalah langkah sementara, sehingga peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran DBD ke depannya,” tuturnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *