ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Warga Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, sempat dibuat waspada dengan kemunculan seekor ular sawa berukuran kurang lebih 5 meter di lingkungan permukiman RT 15 RW 05 pada Senin (8/6/2026) malam.
Beruntung, laporan yang disampaikan warga langsung mendapat respons cepat dari tim Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sekretaris Damkarmat Anambas, Matari Hasibuan, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 20.23 WIB dari seorang warga bernama Rindu melalui sambungan telepon.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Tim berangkat pukul 20.25 WIB dan tiba hanya satu menit kemudian,” kata Matari kepada Zonasidik.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan evakuasi terhadap ular sawa tersebut. Dengan ukuran yang diperkirakan mencapai 5 meter, proses penanganan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap warga maupun petugas.
Proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 20.40 WIB.
Menurut Matari, seluruh tahapan evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. Cuaca yang cerah berawan serta kesiapan personel dan peralatan turut mendukung kelancaran operasi.
Dalam penanganan tersebut, Damkarmat menurunkan delapan personel Regu Malam, yakni M. Zulfikar, Firdaus, Aswandi, Suhardi, Jumari, Romadhon, Noli, dan Saparina. Mereka menggunakan sejumlah peralatan khusus penanganan satwa liar, seperti penjepit dan pengait ular.
“Tidak ada kendala selama proses evakuasi. Ular berhasil diamankan sehingga tidak lagi membahayakan warga sekitar,” ujarnya.
Dengan kejadian tersebut, Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang berpotensi membahayakan. Warga diminta segera menghubungi petugas apabila menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya di lingkungan tempat tinggal.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Jika menemukan satwa liar yang berisiko, segera laporkan agar dapat ditangani dengan aman oleh petugas,” tutur Matari. (Pin)



