ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Momentum Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 menjadi semakin bermakna dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (24/6/2026).
Pembangunan gedung yang akan berdiri berdampingan dengan Masjid Agung Baitul Makmur itu menjadi simbol kuat komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan identitas Melayu di Bumi Kepulauan Anambas.
Di tengah kondisi keuangan daerah yang masih menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tetap menunjukkan keberpihakannya terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu melalui pembangunan gedung yang akan menjadi pusat aktivitas LAM tersebut.
Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas, Dato’ Wira Setia Utama H. Ardan A.Ma, mengaku haru dan tidak menyangka cita-cita memiliki gedung representatif bagi LAM akhirnya mulai terwujud bertepatan dengan peringatan hari jadi daerah.
“Ini seperti mimpi bagi kami. Alhamdulillah, ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terhadap Lembaga Adat Melayu. Gedung ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol bahwa Anambas memiliki Lembaga Adat Melayu yang menjadi mitra erat pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Ardan, lokasi pembangunan yang berada di kawasan strategis berdampingan dengan Masjid Agung memiliki makna tersendiri karena akan menjadi ikon yang merepresentasikan identitas Melayu Anambas.
Ia juga mengakui kondisi keuangan daerah saat ini tidak mudah. Namun, keberanian dan komitmen pemerintah daerah untuk tetap merealisasikan pembangunan tersebut patut diapresiasi.
“Kami memahami kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi. Tetapi keberanian Pak Bupati dan jajaran pemerintah untuk memulai pembangunan ini patut diberikan apresiasi. Ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu di Anambas,” katanya.
Ardan menyebut peletakan batu pertama yang disejalankan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 menjadi momen bersejarah bagi masyarakat.
“Saya tidak menyangka hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah. Di usia Anambas yang ke-18, pembangunan Gedung LAM dimulai. Ini menandakan Anambas semakin dewasa dalam menjaga identitas dan budayanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menegaskan pembangunan Gedung LAM merupakan bagian dari tekad pemerintah daerah untuk membangun Anambas tanpa meninggalkan akar budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat.
Katanya, peletakan batu pertama tersebut tidak akan terlaksana tanpa tekad kuat dan dukungan berbagai pihak.
“Kalau kami tidak punya niat dan tekad yang kuat bersama seluruh jajaran, hari ini mungkin tidak akan ada peletakan batu pertama. Ini langkah awal untuk menunjukkan bahwa Anambas adalah tanah Melayu, tanah bertuah yang harus terus kita jaga dan kita banggakan,” kata Bupati Aneng.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, ia optimistis pembangunan gedung tersebut dapat diselesaikan secara bertahap.
“Yang penting kita mulai. Insyaallah bangunan ini berdiri dan tahun depan dapat kita selesaikan. Niat kami hanya satu, yaitu membangun Anambas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Aneng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah serta menjaga nilai-nilai adat, budaya dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita tidak membawa apa-apa ketika meninggal dunia selain doa baik atau sebaliknya. Karena itu mari bersama-sama membangun Anambas demi masa depan anak cucu kita. Kalau niat kita baik untuk masyarakat, insyaallah hasilnya juga akan baik,” ujarnya.
Peletakan batu pertama Gedung LAM yang berlangsung pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan nilai-nilai Melayu yang telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Anambas sejak lama. (Pin)



