Kasus Malaria di Desa Sekanah Meningkat, DPRD Lingga Minta Dinkes Bergerak Cepat

Anggota DPRD Kabupaten Lingga Komisi III dari Fraksi PKS, Anwar, Amd.Ro

LINGGA-ZONASIDIK.COM | Penyebaran malaria di Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, menjadi perhatian berbagai pihak setelah puluhan warga dilaporkan mengalami gejala penyakit tersebut.

Menyikapi kondisi itu, Anggota DPRD Kabupaten Lingga Komisi III dari Fraksi PKS, Anwar, meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga segera mengambil langkah konkret dan cepat guna menekan penyebaran kasus serta memastikan penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara maksimal.

Anwar mengatakan, informasi yang diterimanya menunjukkan jumlah warga yang terserang malaria terus bertambah sehingga diperlukan penanganan yang cepat dan serius.

Bacaan Lainnya

“Masalah demam malaria di wilayah Kecamatan Lingga Utara mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan terhadap penyakit ini. Terutama di Desa Sekanah yang banyak masyarakatnya menderita malaria. Saya berharap ada tindakan nyata dari Dinas Kesehatan,” ujar Anwar kepada Zonasidik, Senin (6/7/2026).

Di sisi lain, Kepala Desa Sekanah, M. Nazar Iman, mengungkapkan dirinya juga sedang menjalani pengobatan karena mengalami demam. Ia menyebut kondisi penyebaran malaria di desanya cukup mengkhawatirkan.

Kata Nazar, hampir separuh masyarakat Desa Sekanah mengalami demam yang diduga berkaitan dengan malaria. Namun, karena kondisi kesehatannya belum pulih, ia belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci.

“Saya juga sedang dalam kondisi demam dan baru pulang berobat. Untuk saat ini saya belum bisa memberikan banyak keterangan karena kondisi badan masih lemah. Sekadar membuka mata saja terasa pusing,” katanya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, awak media ini juga mengonfirmasi pihak UPTD Puskesmas Pancur, Kecamatan Lingga Utara. Mewakili Kepala UPTD Puskesmas Pancur, Bendahara BPJS, Yuliana, menyampaikan bahwa hingga kini lebih dari 30 warga Desa Sekanah telah berobat ke puskesmas dengan keluhan malaria.

Ia menjelaskan, berbagai upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan, mulai dari dua kali pelaksanaan fogging pada bulan lalu hingga penaburan larvasida (abate) di sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Namun, bertambahnya jumlah pasien justru dihadapkan pada keterbatasan stok obat malaria.

“Sejak Mei hingga sekarang jumlah pasien malaria dari Desa Sekanah terus bertambah, sementara stok obat malaria sudah tidak ada. Pasien terus datang berobat, tetapi kami mengalami keterbatasan obat,” jelas Yuliana.

Ia menuturkan, Puskesmas Pancur telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga untuk mengajukan permintaan obat. Meski demikian, proses pengadaan harus melalui tahapan administrasi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami sudah sering berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan. Namun sesuai SOP, permintaan harus melalui bidang terkait, bagian program, hingga Kepala Dinas. Jadi prosesnya memang tidak bisa langsung,” ujarnya.

Yuliana menambahkan, perkembangan terbaru kasus tersebut kembali dilaporkan kepada Kepala Puskesmas Pancur pada hari yang sama. Selanjutnya, Kepala Puskesmas disebut telah menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga agar segera menindaklanjuti kebutuhan penanganan di lapangan.

Selain itu, komunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Lingga Utara juga disebut kemungkinan telah dilakukan langsung oleh Kepala Puskesmas bersama Camat Lingga Utara sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kasus malaria di Desa Sekanah. (Juh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *