Dari Cekcok hingga Penemuan SR, Ini Penuturan Sang Istri

Siti Munawaroh (41) tampak memegang kaki suaminya, SR (44), yang telah meninggal dunia. (Tangkapan layar)

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Siti Munawaroh (41), istri SR, mengungkapkan kronologi yang terjadi sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah mereka di Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (20/9/2026).

Diceritakannya, persoalan tersebut bermula sekitar pukul 03.00 WIB ketika seorang perempuan datang ke rumah mereka dan membunyikan klakson kendaraan. Siti kemudian keluar untuk menanyakan maksud kedatangan perempuan tersebut.

Siti mengaku sempat merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Ia kemudian meminta suaminya menemui perempuan itu agar persoalan dapat diselesaikan dan tidak menimbulkan perhatian warga.

Bacaan Lainnya

“Jadi saya bilang, sudah tidak apa-apa, keluarlah. Daripada nanti masyarakat datang dan malah menjadi perhatian,” ujar Siti kepada awak media.

Dikatakannya, perempuan tersebut kemudian berbicara dengan SR (44) di sekitar rumah. Siti memilih mencari bantuan kepada warga dan perangkat lingkungan karena situasi tersebut berlangsung cukup lama.

Ia kemudian menemui Ismet (warga setempat) dan berusaha meminta bantuan Ketua RT. Karena Ketua RT tidak berada di tempat, Siti diarahkan untuk menemui Ketua RW.

“Saya bilang, ada perempuan di rumah yang membuat resah, tolong dibantu untuk disuruh pulang,” tutur Siti.

Ketua RW kemudian mendatangi lokasi. Namun, menurut Siti, persoalan tersebut belum langsung selesai. Mereka kemudian berusaha meminta bantuan seorang perempuan yang disebut Siti mengenal perempuan tersebut.

Setelah itu, perempuan yang datang ke rumah Siti akhirnya meninggalkan lokasi. Namun, menurut Siti, sebelum benar-benar pergi sempat terjadi cekcok antara dirinya dengan perempuan itu.

Siti mengaku sempat terpancing emosi setelah mendapat sejumlah perkataan yang menurutnya tidak pantas. Ia juga menyebut persoalan tersebut kemudian sempat menjadi perdebatan antara dirinya dan SR.

“Dia maki-maki saya. Saya kemudian bilang kepada Mas SR, saya ini istrimu, kok saya dimaki-maki seperti itu, tapi kamu diam saja,” kata Siti.

Setelah situasi mereda, sejumlah warga yang sebelumnya datang ke lokasi juga meninggalkan rumah. Siti mengatakan, setelah itu dirinya sempat berbicara dengan SR mengenai persoalan yang baru saja terjadi.

Disebutkan Siti, setelah kejadian tersebut SR sempat keluar rumah untuk menemui rekannya. Ia kemudian kembali ke rumah dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Siti mengatakan dirinya memilih pergi ke Tanjung, Kelurahan Letung, bersama seorang kenalan untuk menenangkan diri. Ia mengaku meninggalkan rumah karena khawatir situasi kembali memanas.

“Saya pikir daripada nanti kami bertengkar, lebih baik kami pergi. Kami pergi ke Tanjung untuk menghilangkan stres,” terangnya.

Sebelum pergi, lanjut Siti, telepon selulernya dititipkan kepada rekannya. Ia mengaku melakukan hal tersebut karena sebelumnya telepon selulernya sempat dibanting ketika terjadi pertengkaran.

Namun, setelah beberapa waktu berada di Tanjung, Siti mengaku merasa gelisah dan memutuskan kembali ke rumah.

Setibanya di rumah, Siti mengaku terkejut setelah melihat SR dalam kondisi tergantung di dalam rumah.

“Saya langsung berusaha menolong dan kemudian meminta bantuan kepada Pak Ismet,” sebutnya.

Saat ditemukan, kata Suti, kondisi tubuh SR masih terasa hangat. Ia kemudian membawa suaminya ke bagian depan rumah sembari meminta bantuan warga.

Dalam perjalanan mencari pertolongan, Siti juga bertemu warga lain dan meminta bantuan. Setelah sejumlah warga berdatangan, SR kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Siti mengatakan dirinya masih belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi setelah dirinya meninggalkan rumah hingga menemukan suaminya dalam kondisi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Jemaja, Iptu Sutomo, sebelumnya membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan Unit Reskrim Polsek Jemaja masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara jelas rangkaian kejadian dan penyebabnya.

“Benar, kami menerima informasi terkait kejadian tersebut. Saat ini personel Unit Reskrim Polsek Jemaja masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara jelas rangkaian kejadian dan penyebabnya,” jelas Sutomo kepada Zonasidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *