ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pendidikan di Kepulauan Anambas masih menghadapi tantangan nyata, mulai jarak antarpulau, cuaca yang menentukan akses, keterbatasan fasilitas hingga kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung anak melanjutkan sekolah.
Namun di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam Malam Apresiasi Pendidikan Tahun 2026, di Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Minggu (21/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah.
Tantangan geografis Anambas tidak boleh menjadi alasan lahirnya ketimpangan akses pendidikan. Ia menyoroti kondisi sejumlah wilayah yang masih menghadapi keterbatasan transportasi laut, fasilitas sekolah, hingga akses listrik dan jaringan informasi.
“Meski keterbatasan geografis, sarana dan anggaran menjadi tantangan nyata, para pendidik dan tenaga kependidikan tetap hadir, menyeberangi lautan dan bekerja di tengah keterbatasan agar setiap anak tetap mendapatkan hak yang sama untuk belajar,” ujar Aneng.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas disebut terus memperkuat sektor pendidikan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana belajar, penyediaan perlengkapan sekolah, bantuan transportasi siswa antarpulau, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyelaraskan arah pembangunan pendidikan dengan sejumlah program prioritas nasional, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pendidikan, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis hingga penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Pada malam apresiasi yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut, pemerintah daerah turut memberikan penghargaan kepada insan pendidikan, tenaga kependidikan, siswa serta berbagai elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam memajukan pendidikan.
Bupati Aneng menyebutkan, apresiasi bukanlah garis akhir, melainkan pengingat bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kerja bersama.
“Pendidikan harus menjadi mesin penggerak pemulihan ekonomi dan pintu menuju masa depan Anambas yang lebih cerah. Karena itu seluruh pemangku kepentingan harus terus bergandeng tangan dan bergerak bersama,” tuturnya. (Pin)



