Wabup Raja Bayu Tutup Turnamen Futsal Piala AFK x Kute Hill, Tekankan Pentingnya Pembinaan Atlet

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., ikut merayakan kemenangan tim Kijang Laut usai menyerahkan piala juara satu kategori U-17 pada Turnamen Futsal Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill, Sabtu (17/10/2026). Foto: Pinni/ZS.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Turnamen futsal Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill resmi berakhir setelah Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menutup langsung rangkaian kompetisi yang berlangsung di Lapangan Futsal Kute Hill, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Penutupan turnamen tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet futsal usia dini dan pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain menghadirkan persaingan untuk memperebutkan gelar juara, kompetisi ini juga menjadi wadah untuk menjaring pemain-pemain muda potensial yang diharapkan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Pada kategori U-13, MIS ABJ keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Tanjung 4 x Ikan Teri dengan skor 3-1. Sementara itu, posisi ketiga diraih Tuna FC yang menundukkan Tebang FC dengan skor 9-4.

Bacaan Lainnya

Persaingan ketat juga tersaji pada kategori U-17. Kijang Laut tampil sebagai juara pertama setelah menaklukkan SMAN 1 Siantan dengan skor 6-2. Adapun posisi ketiga berhasil diamankan Putik setelah mengalahkan Indrayumart dengan skor 4-1.

Hasil tersebut menandai berakhirnya kompetisi yang telah berlangsung sejak 3 Oktober 2026. Seluruh pertandingan digelar setiap Sabtu dan Minggu untuk memberikan kesempatan kepada para pelajar mengikuti turnamen tanpa mengganggu kegiatan belajar di sekolah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen olahraga harus memberikan hasil nyata bagi perkembangan atlet, bukan hanya berhenti pada pertandingan dan perebutan gelar juara.

Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan turnamen dengan baik dan lancar. Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan para pemain muda berbakat mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

“Penyelenggaraan ini bukan hanya sekadar pertandingan. Tentunya harus menghasilkan output. Kalau hanya bertanding dan menang, tetapi tidak dibina, maka itu tidak akan pernah berhasil,” sebut Raja Bayu.

Ia menilai, tingginya frekuensi penyelenggaraan turnamen bola di berbagai desa di Anambas harus diimbangi dengan sistem pembinaan atlet yang terarah. Dengan demikian, potensi pemain lokal dapat dikembangkan untuk menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Raja Bayu juga menyoroti belum tercapainya prestasi juara pertama di tingkat provinsi dalam cabang olahraga bola. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Kepulauan Anambas untuk memperkuat pembinaan atlet.

“Kalau hanya sekadar mengikuti pertandingan, semua bisa. Tetapi hari ini bagaimana kita membina anak-anak yang berprestasi dan punya potensi, agar kemampuan mereka bisa ditingkatkan secara maksimal. Harapannya, kita bisa memenangkan pertandingan bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, bahkan nasional,” ujarnya.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., bersama Forkompinda dan panitia serta tim yang bertanding berfoto bersama sebelum pertandingan final Turnamen Futsal Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill dimulai di Lapangan Futsal Kute Hill, Desa Payamaram, Sabtu (17/10/2026). Foto: Pinni/ZS.

Dikatakan Raja Bayu, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci agar turnamen seperti Piala AFK x Kute Hill tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan atlet yang memiliki daya saing.

Sementara itu, Ketua AFK Kepulauan Anambas, Rico Ardiansyah, menegaskan bahwa turnamen bukanlah tujuan utama dalam pengembangan futsal. Baginya, kompetisi harus menjadi bagian dari proses pembinaan yang menghasilkan pemain berkualitas dan mampu bersaing di level lebih tinggi.

“Turnamen bukan tujuan utama. Yang paling utama adalah pembinaan. Seberapa banyak pun kita mengadakan atau mengikuti turnamen, kalau tidak ada hasil nyata bagi anak-anak kita, tentu kegiatan seperti ini tidak akan memberikan dampak maksimal,” kata Rico.

Ia menjelaskan, AFK Kepulauan Anambas berkomitmen menjadikan kompetisi sebagai sarana untuk memantau kemampuan pemain sekaligus menemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan.

Rico juga mengapresiasi dukungan pihak Kute Hill yang telah membantu terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi olahraga dan pihak swasta sangat diperlukan untuk memperluas kesempatan bagi para pelajar dalam mengembangkan kemampuan mereka.

Ia turut berharap pemerintah daerah dan KONI dapat memberikan dukungan terhadap pembinaan futsal, termasuk melalui fasilitasi program latihan dan dukungan pendanaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah daerah dan KONI mendorong pembinaan. Bukan sekadar mengadakan turnamen, tetapi bagaimana anak-anak kita bisa berkembang dan bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Rico juga menyebut bahwa pembinaan yang dilakukan AFK telah membuka peluang bagi pemain muda untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi. Ia menyampaikan, tiga pemain muda dari Anambas disebut berhasil lolos seleksi tim nasional futsal Indonesia.

“Capaian tersebut menjadi motivasi bahwa pembinaan yang konsisten dapat membuka jalan bagi atlet daerah untuk melangkah ke tingkat nasional,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *