LINGGA-ZONASIDIK.COM | Sebuah kapal kargo bermuatan berbagai jenis barang dilaporkan tenggelam di perairan Lansik, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Minggu (12/7/2026). Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam peristiwa tersebut.
Insiden itu mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi kapal sekaligus membantu proses evakuasi awak kapal.
Kepala Desa Belungkur, Arif, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya dari kru kapal, kapal tersebut berlayar dari Kalimantan dengan tujuan Kuala Tungkal, Provinsi Jambi.
“Menurut informasi yang kami dapat dari kru kapal, kapal ini berangkat dari Kalimantan menuju Kuala Tungkal dengan membawa berbagai macam barang,” ujar Arif kepada zonasidik.
Dari pantauan di lokasi, sebagian besar badan kapal telah berada di bawah permukaan laut. Hanya bagian anjungan dan sebagian dek kapal yang masih terlihat di atas air.
Di sekitar lokasi juga tampak satu kapal lain yang sedang berlabuh. Menurut Arif, berdasarkan informasi sementara, kapal tersebut diduga masih berada dalam satu grup operasional dengan kapal yang tenggelam dan digunakan untuk membantu proses evakuasi awak kapal.
“Kapal yang tenggelam hanya satu. Sementara ada satu kapal lain yang sedang berlabuh tidak jauh dari lokasi. Informasinya kapal tersebut masih satu grup dengan kapal yang tenggelam dan berada di sana untuk membantu proses penanganan kru,” jelasnya.
Arif menyebut jumlah awak kapal diperkirakan sekitar 20 orang. Sebanyak 15 orang telah dievakuasi ke kapal yang berada di sekitar lokasi, sedangkan lima orang lainnya masih berada di kapal yang tenggelam untuk mengamankan kondisi dan memantau situasi.
“Kami bersama warga membantu para kru berpindah ke kapal yang sedang berlabuh. Dari informasi yang kami terima, ada sekitar 20 ABK. Sebanyak 15 orang sudah dipindahkan, sedangkan lima orang lainnya masih bertahan di kapal yang tenggelam,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, sebagian muatan kapal dilaporkan hanyut dan terbawa arus hingga ditemukan di kawasan bebatuan di pesisir pantai yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Arif menilai kondisi kapal yang telah mengalami kebocoran cukup parah membuat peluang penyelamatan badan kapal menjadi sulit.
“Kalau melihat kondisi saat ini, kapal sudah mengalami kebocoran dan sebagian besar badannya sudah terendam. Kemungkinan akan sulit dilakukan evakuasi atau penyelamatan terhadap kapal tersebut,” ungkapnya.
Meski kapal tenggelam, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara proses pemantauan dan penanganan masih berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab tenggelamnya kapal maupun waktu pasti terjadinya insiden masih belum diketahui. awak media masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Syahbandar, Basarnas, serta instansi terkait mengenai penyebab tenggelamnya kapal, identitas kapal, dan langkah penanganan yang akan dilakukan. (Juh)



