Ganara FC Tersingkir Dramatis di Perempat Final Usai Adu Penalti

Suasana jelang pertandingan, pemain Ganara FC (jersy maron) dan Mentalak FC (jersy putih) berjalan memasuki Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin (13/4/2026).

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Langkah Ganara FC harus terhenti di babak 8 besar usai kalah dramatis dari Mentalak FC melalui adu penalti pada laga Piala Leo Unnoky di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Senin (13/4/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, Mentalak FC langsung tampil menekan. Dominasi permainan terlihat jelas di babak pertama, dengan serangan bertubi-tubi yang terus mengancam lini pertahanan Ganara. Namun solidnya barisan belakang Ganara mampu meredam setiap peluang yang tercipta.

Hingga turun minum, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor kacamata 0-0 menutup babak pertama.

Bacaan Lainnya

Memasuki babak kedua, Ganara FC mulai bangkit. Mereka meningkatkan tempo permainan dan tampil lebih agresif dalam membangun serangan. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, terutama melalui umpan-umpan terobosan matang dari pemain senior yang akrab disapa Go.

Bahkan, Go nyaris mencatatkan namanya di papan skor melalui situasi tendangan pojok. Bola yang dilepaskannya sempat mengejutkan lini belakang Mentalak dan hanya membentur mistar gawang.

Serangan demi serangan yang dilancarkan Ganara sempat membuat lini pertahanan Mentalak kewalahan. Namun hingga menit-menit akhir pertandingan, kedua tim tetap gagal mencetak gol.

Mentalak FC juga sempat mendapatkan peluang emas melalui serangan balik cepat di penghujung laga, namun kembali digagalkan oleh kokohnya pertahanan Ganara. Skor 0-0 pun bertahan hingga waktu normal usai.

Pertandingan akhirnya ditentukan lewat drama adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, empat penendang Mentalak sukses menaklukkan kiper Ganara, Ridwan. Sementara dari kubu Ganara, hanya dua dari empat penendang yang mampu mencetak gol.

Hasil ini memastikan Ganara FC harus angkat kaki dari turnamen, sementara Mentalak FC melaju ke semifinal.

Official, Wegi, mengaku bangga atas perjuangan timnya meski hasil akhir belum berpihak.

“Mereka sudah bermain luar biasa hari ini. Dari awal kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Mereka mampu bertahan dengan baik dan juga menciptakan banyak peluang. Hanya saja, keberuntungan belum berpihak kepada kami di adu penalti,” ujar Wegi.

Ia juga menambahkan bahwa kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan.

“Kami akan jadikan ini sebagai pelajaran. Mental dan ketenangan di momen penalti memang sangat menentukan. Terima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang maksimal,” tutupnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *