ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman SMK Negeri 1 Anambas di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Selasa (12/5/2026), saat puluhan siswa Angkatan XIII resmi dilepas.
Momen perpisahan yang dikemas meriah itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan 87 siswa tahun ajaran 2025/2026, dengan mengusung tema “Generasi Mandiri, Berwawasan Lingkungan, Menuju Anambas Madani”.
Acara berlangsung semarak dengan berbagai penampilan yang dipersembahkan para siswa. Mulai dari tari persembahan, tarian kreasi, penampilan musik, pembacaan puisi hingga pantun, seluruh rangkaian sukses menghibur para tamu undangan, orang tua, serta para guru yang hadir.
Kemeriahan acara juga terasa dari penampilan tiga siswa yang dipercaya menjadi pembawa acara. Secara bergantian, mereka memandu jalannya kegiatan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Melayu, yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Kepala SMK Negeri 1 Anambas, Joni Efriadi, mengatakan tahun ini sebanyak 87 siswa dinyatakan lulus dari empat jurusan, yakni Desain Komunikasi Visual, Akuntansi, Perhotelan, dan Manajemen Perkantoran.
Dalam sambutannya, Joni mengaku terkesan dengan karakter siswa sejak pertama kali bertugas di sekolah ini. Keramahan para siswa menjadi salah satu hal yang paling membekas baginya.
“Ketika saya baru masuk di sini, saya sering berkeliling dan mengobrol dengan anak-anak. Kesan yang sangat indah saya dapatkan, anak-anak di sini sangat ramah. Walaupun belum kenal, mereka selalu menyapa. Saya sangat tersanjung. Artinya, pendidikan karakter yang ditanamkan oleh Bapak dan Ibu guru di sini sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi bakat yang ditampilkan para siswa dalam kegiatan pelepasan. Menurutnya, potensi seni dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa sekolah memiliki komitmen untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa.
“Tadi kita sudah lihat penampilan anak-anak kita. Ada yang menari, menyanyi, puisi dan pantun juga luar biasa. Komitmen kami akan selalu mengembangkan dan menyalurkan minat serta bakat anak-anak ini sampai ke jenjang manapun, selama mereka punya kemauan. Bagi saya, tidak ada alasan sekolah tidak punya dana untuk menyalurkan minat dan bakat mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Joni menjelaskan pelaksanaan acara perpisahan tetap mengacu pada arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, yakni sekolah diperbolehkan menggelar kegiatan perpisahan namun tanpa adanya pungutan atau iuran yang ditetapkan pihak sekolah.
Ia menyebutkan, seluruh kegiatan ini merupakan inisiatif siswa, orang tua, dan komite sekolah. Sementara pihak sekolah hanya mengakomodasi jalannya acara, terutama karena sebagian besar siswa berasal dari pulau-pulau di luar Air Asuk.
“Sekitar 80 persen siswa kita berasal dari pulau-pulau. Jadi mau tidak mau pihak sekolah yang menjadi panitia di sini agar kegiatan berjalan baik. Tapi masalah iuran, sekolah tidak pernah menetapkan. Itu murni dari hasil rapat komite dengan orang tua,” jelasnya.
Di penghujung acara, suasana semakin mengharukan saat para siswa yang sebelumnya telah dinyatakan lulus satu per satu bersalaman dengan kepala sekolah dan guru. (Pin)


