ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pada momen pelepasan Angkatan XIII SMK Negeri 1 Anambas, Camat Siantan Tengah, Firdaus, turut memberikan motivasi kepada para siswa agar terus melangkah maju setelah menuntaskan pendidikan di bangku sekolah.
Dalam sambutannya, Firdaus, mengatakan bahwa mendidik anak bukan semata tanggung jawab guru di sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua dan lingkungan sekitar.
“Luar biasa kerja sama ini. Karena mendidik siswa-siswi ini bukan hal mudah. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya guru, tapi juga orang tua, tokoh masyarakat, dan semua yang peduli terhadap masa depan anak-anak. Tantangan hari ini sangat luar biasa,” ujar Firdaus di hadapan para tamu undangan, siswa, dan orang tua, Selasa (12/5/2026).
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak menyerah menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi, sebab saat ini peluang belajar maupun bekerja semakin terbuka luas.
Ia mencontohkan, di masa sekarang kesempatan berkarya tidak hanya terpaku pada pekerjaan formal di kantor. Melalui perkembangan teknologi dan media sosial, anak muda memiliki banyak ruang untuk menyalurkan kemampuan.
“Sekarang bekerja tidak harus di kantor. Melalui media sosial pun orang bisa berkarya. Yang penting punya kemauan. Saya lihat anak-anak SMKN 1 Anambas ini punya potensi besar, ada yang pandai bernyanyi, berpuisi, menari, dan itu harus terus dikembangkan,” katanya.
Firdaus berharap potensi seni dan kreativitas siswa dapat terus dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di daerah. Ia menilai karya para pelajar layak dilibatkan dalam agenda besar, mulai dari peringatan hari jadi daerah hingga perayaan nasional.
“Alangkah baiknya jika anak-anak ini bisa berkolaborasi dalam setiap kegiatan daerah, baik ulang tahun Anambas, kecamatan, provinsi, hingga peringatan kemerdekaan. Semangat seperti ini harus terus dipupuk,” tambahnya.
Selain itu, ia berpesan pentingnya karakter dan akhlak sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ilmu tanpa akhlak tidak akan memberi manfaat yang sempurna.
“Saya berpesan, selain ilmu, akhlak adalah yang paling utama. Dan walaupun nanti sudah tamat dari sekolah ini, tidak ada istilah mantan guru. Sampai kapan pun guru tetap guru kita. Kalau kita menghargai guru dan orang tua, insyaallah ilmu itu akan bermanfaat bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara,” pesannya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Air Asuk, Dody Muchdori. Ia mengajak para siswa yang telah lulus untuk terus melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan keterampilan yang dimiliki, serta tidak ragu menghadapi tantangan di masa depan.
Kata Dody, kelulusan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menapaki kehidupan yang lebih luas. Ia berharap ilmu dan karakter yang telah dibentuk selama di sekolah dapat menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus berkarya.
“Anak-anak hari ini telah menyelesaikan satu tahapan penting. Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah belajar, berkarya, dan tunjukkan bahwa lulusan sekolah di Anambas mampu bersaing di mana pun berada. Yang paling penting, tetap jaga akhlak, hormati guru dan orang tua, karena itu bekal utama untuk melangkah ke masa depan,” ujarnya. (Pin)


