LINGGA-ZONASIDIK.COM | Upaya mengantisipasi dampak abrasi di kawasan pesisir terus dilakukan secara bersama-sama. Polsek Dabo Singkep bersama TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong membangun pengaman pantai di sepanjang garis pantai Kampung Mentok, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.45 WIB tersebut menjadi bentuk kepedulian lintas instansi bersama masyarakat terhadap kondisi garis pantai yang mengalami abrasi.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh unsur yang terlibat terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi pesisir. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan dan penataan material pengaman pantai yang telah tersedia di lokasi.
Pekerjaan turut didukung satu unit alat berat jenis excavator merek Hitachi untuk membantu proses penataan material sekaligus mempercepat pengerjaan di kawasan tersebut.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Danpuslatpurmar 09 Dabo Singkep Letkol Marinir Hendra Said, Ps. Kapolsek Dabo Singkep IPTU Rosy H. Pardede, Pjs. Pasiter Lanal Dabo Singkep KAPTEN Laut (K) dr. Yossan Harden Tambun, Camat Singkep Agustiar dan Kepala Desa Batu Berdaun Zaenal.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan personel Polsek Dabo Singkep, Puslatpurmar 09 Dabo Singkep, Koramil 04 Dabo Singkep, Angkatan Laut Dabo Singkep serta masyarakat Kampung Mentok.
Ps. Kapolsek Dabo Singkep IPTU Rosy H. Pardede, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat dalam merespons kondisi pesisir yang dinilai perlu mendapat perhatian.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas dan kepedulian bersama antara Polri, TNI, pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi persoalan abrasi. Kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi dampak abrasi dan melindungi infrastruktur jalan yang berada di kawasan pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lingga AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, menegaskan Polri akan terus mendorong sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan, lingkungan maupun kepentingan masyarakat.
Katanya, penanganan abrasi membutuhkan perhatian dan kerja sama secara berkelanjutan agar dampaknya terhadap masyarakat maupun infrastruktur dapat diminimalisir.
“Gotong royong seperti ini merupakan wujud nyata kepedulian dan sinergitas dalam menjaga lingkungan serta melindungi fasilitas yang menjadi kepentingan masyarakat. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama turun ke lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir serta melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun infrastruktur.
Gotong royong tersebut menjadi salah satu upaya bersama dalam mengantisipasi dampak abrasi sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir di Kabupaten Lingga.



