ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pasca beredarnya video penanganan paket oleh kurir J&T Express di Tarempa yang menuai sorotan warganet, muncul persoalan baru yang kembali memicu perhatian publik.
Seorang kurir J&T diduga menyebarluaskan tangkapan layar percakapan antara kurir dengan seorang konsumen melalui kolom komentar di platform TikTok. Percakapan tersebut diunggah menggunakan akun bernama DPW PGI KEPULAUAN RIAU.
Dalam tangkapan layar yang disebarluaskan itu, terlihat isi percakapan lengkap dengan nomor kontak konsumen yang tidak diblur. Aksi tersebut menuai kritik dari warganet karena dinilai melanggar etika dan berpotensi melanggar privasi pelanggan.
Sejumlah warga menilai, persoalan awal terkait penanganan paket seharusnya disikapi secara profesional, bukan justru membuka data pribadi konsumen ke ruang publik.
“Kalau memang mau klarifikasi, seharusnya cukup dengan menjelaskan kronologinya. Jangan sampai nomor orang ikut tersebar,” kata Agus, selaku pemilik nomor kontak yang disebarluaskan, Rabu (21/1/2026).
Warganet lainnya menilai penyebaran nomor kontak konsumen tanpa izin dapat menimbulkan risiko, mulai dari spam hingga potensi penyalahgunaan data pribadi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak J&T Express Cabang Tarempa maupun manajemen pusat terkait beredarnya tangkapan layar percakapan tersebut.
Publik pun mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi serta memastikan perlindungan data pribadi pelanggan tetap terjaga. (Pin)



