ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai berjalan di sejumlah desa. Pemerintah daerah mengingatkan agar pembangunan program tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas pekerjaan dan keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, saat menghadiri acara tepung tawar dan doa selamat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Piabung, Kecamatan Palmatak, Minggu (11/10/2026).
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, turut memantau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Putih, Kecamatan Palmatak, yang saat ini tengah dalam tahap pengerjaan.
Di Desa Piabung, Bupati Aneng, mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang harus dikawal bersama agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengabaikan kualitas pekerjaan setelah proyek selesai dibangun. Fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran negara harus dirawat dan dijaga supaya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Sebelumnya kita perlu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Anambas. Ini milik kita, milik bangsa dan negara, sekaligus milik masyarakat. Kita jaga dan rawat dengan baik supaya awet. Jangan setelah dibangun justru ditinggalkan, tidak dirawat, atau tidak dijaga,” ucap Aneng.
Ia juga meminta masyarakat dan pihak terkait ikut mengawasi pelaksanaan proyek, mulai dari proses pengerjaan hingga kesesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi dan gambar perencanaan.
Lanjutnya, pengawasan tersebut penting karena bangunan yang tidak dikerjakan sesuai standar berpotensi menimbulkan persoalan ketika sudah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola dan dipelihara.
“Uang negara adalah uang rakyat. Kita harus mengawal bersama, jangan asal bangun. Jangan sampai baru dua atau tiga bulan sudah miring, atau belum setahun sudah rusak. Kalau pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, sampaikan kepada saya,” ujarnya.
Ia menuturkan, pemerintah daerah turut memastikan setiap pembangunan yang nantinya diserahkan kepada daerah memiliki kualitas yang layak, sehingga tidak justru menimbulkan beban pemeliharaan akibat pekerjaan yang tidak maksimal.
“Kalau sudah diserahkan kepada daerah, kami yang akan menerima dan merawatnya. Karena itu, kami ingin bangunan yang benar-benar dikerjakan sesuai ketentuan, bukan pekerjaan setengah-setengah,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Saidina, menyebutkan terdapat 23 lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Anambas pada 2026. Seluruh lokasi tersebut, telah berkontrak dan melaksanakan tahapan persiapan pekerjaan.
“Untuk tahun 2026, Anambas mendapatkan 23 lokasi. Alhamdulillah, semuanya sudah berkontrak dan melaksanakan persiapan pelaksanaan konstruksi. Semoga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tahun ini,” kata Saidina.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan tersebut tersebar di seluruh 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Program ini terdiri atas satu lokasi kategori hub dan 22 lokasi kategori penyangga.
Desa Kuala Maras menjadi lokasi kategori Hub sebagai pusat penampung atau pengumpul, sedangkan 22 lokasi lainnya masuk kategori penyangga yang berfungsi mendukung fasilitas utama dalam program tersebut.
Saidina menjelaskan, perbedaan kategori itu turut memengaruhi nilai anggaran pembangunan. Pada kategori Hub, anggaran awal diperkirakan sekitar Rp20 miliar. Namun, setelah adanya perubahan skema pengadaan, pagu pembangunan fisiknya kini berkisar Rp8 miliar hingga Rp9 miliar.
Perubahan tersebut berkaitan dengan pemisahan pengadaan cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin dan pabrik es dari kontrak pembangunan fisik.
“Untuk kategori hub, pembangunan fisiknya termasuk tapak pabrik es dan cold storage. Pengadaan peralatan tersebut dilakukan secara terpisah. Di Anambas, lokasi hub berada di Desa Kuala Maras,” jelasnya.
Dengan cakupan pembangunan di 23 lokasi tersebut, Saidina berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga fasilitas yang disiapkan dapat mendukung aktivitas dan kebutuhan masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas.



