Bermain dengan 10 Pemain, Teluk Siantan Tuntaskan Laga Kontra Bayat Lewat Adu Penalti

Penjaga gawang Teluk Siantan, Panji, berhasil menepis tendangan pemain Bayat nomor punggung 4 (penendang ketiga) dalam laga lanjutan adu penalti di lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Rabu (14/10/2026).

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Desa Teluk Siantan harus menuntaskan laga melawan Desa Bayat dengan 10 pemain dalam Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Kepri di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Rabu (14/10/2026).

Laga berlangsung sengit hingga menit akhir. Meski kehilangan satu pemain akibat kartu merah, Teluk Siantan mampu bertahan hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Teluk Siantan yang mengenakan jersey merah tampil agresif sejak awal laga, sementara Bayat dengan jersey biru berusaha mengimbangi permainan lawan.

Bacaan Lainnya

Kesebelasan Teluk Siantan beberapa kali memperoleh peluang melalui tendangan bebas akibat pelanggaran pemain Bayat. Namun, peluang tersebut belum mampu menghasilkan gol.

Kesempatan kembali didapat Teluk Siantan pada menit ke-28 melalui pemain bernomor punggung 8. Sayangnya, tendangan yang dilepaskan masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan penjaga gawang Bayat.

Di tengah tekanan yang dilancarkan lawan, Bayat justru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-31. Pemain bernomor punggung 19 melepaskan umpan lambung yang mengarah langsung ke gawang. Penjaga gawang Teluk Siantan terkecoh sehingga bola masuk dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Bayat.

Keunggulan tersebut membuat Bayat semakin percaya diri dan meningkatkan tempo permainan. Hingga babak pertama berakhir tanpa tambahan waktu, skor tetap bertahan 1-0.

Memasuki babak kedua, Teluk Siantan melakukan pergantian penjaga gawang. Boby ditarik keluar dan digantikan Panji untuk memperkuat pertahanan sekaligus menjaga peluang menyamakan kedudukan.

Teluk Siantan langsung berupaya mengejar ketertinggalan. Peluang emas hadir melalui pemain bernomor punggung 10 yang mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Namun, tendangan kerasnya justru melambung di atas mistar gawang.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin keras. Pada menit-menit awal babak kedua, seorang pemain Bayat harus ditandu keluar lapangan setelah terjadi pelanggaran keras. Pemain Teluk Siantan bernomor punggung 13 mendapat kartu kuning atas insiden tersebut.

Bayat hampir menggandakan keunggulan melalui tendangan bebas yang diperoleh dari pelanggaran itu. Tekanan berlanjut hingga menghasilkan tendangan pojok. Dari situ, pemain bernomor punggung 9 melepaskan sundulan keras, tetapi bola membentur mistar gawang.

Teluk Siantan kembali membangun serangan untuk menyamakan kedudukan. Upaya tersebut dihentikan pemain Bayat bernomor punggung 2 melalui pelanggaran di dalam kotak penalti. Wasit pun memberikan hadiah penalti kepada Teluk Siantan.

Keputusan tersebut sempat memicu protes dari Manajer Bayat, Deni, yang bahkan memasuki lapangan sebelum akhirnya mendapat kartu kuning dari wasit.

Kapten kesebelasan Teluk Siantan yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya mengarah ke sisi kiri gawang dan gagal dijangkau penjaga gawang Bayat. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol penyeimbang membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua kesebelasan meningkatkan tempo dan saling melancarkan serangan untuk mencari gol kemenangan.

Namun, situasi kembali memanas setelah pemain Teluk Siantan bernomor punggung 13 melakukan pelanggaran. Karena sebelumnya telah menerima kartu kuning, ia diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Insiden tersebut turut memancing emosi pemain Bayat bernomor punggung 9. Ia mendapat kartu kuning setelah menendang pemain Teluk Siantan bernomor punggung 13 yang baru saja menerima kartu merah.

Bermain dengan 10 orang, Teluk Siantan harus menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Bayat. Meski demikian, mereka sesekali masih mampu melancarkan serangan untuk mencari peluang mencetak gol.

Tambahan waktu dua menit tidak mengubah kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak penentuan tersebut, Teluk Siantan tampil lebih efektif. Eksekutor pertama bernomor punggung 3 berhasil mencetak gol, sedangkan tendangan pertama pemain Bayat bernomor punggung 15 gagal menghasilkan gol.

Pada kesempatan kedua, pemain Teluk Siantan bernomor punggung 15 kembali mencetak gol. Sebaliknya, eksekutor Bayat bernomor punggung 7 gagal menuntaskan tugasnya.

Dua tendangan berikutnya dari masing-masing kesebelasan sama-sama gagal menghasilkan gol. Pemain Teluk Siantan bernomor punggung 11 dan 5 tidak berhasil mencetak gol, begitu pula pemain Bayat bernomor punggung 4 dan 19.

Hasil tersebut memastikan Teluk Siantan menang 2-0 dalam adu penalti dan melangkah ke babak berikutnya. Kemenangan ini terasa semakin berarti karena mereka mampu bertahan dan memastikan hasil positif meski harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Ketua Panitia Pelaksana, Suherwan, yang memantau langsung pertandingan hari keempat Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, mengatakan laga antara Desa Teluk Siantan dan Desa Bayat berlangsung cukup panas, terutama saat memasuki babak kedua.

“Pertandingan hari ini cukup panas, tetapi kami tetap mengimbau kedua tim agar menjunjung tinggi sportivitas. Persaingan di lapangan merupakan bagian dari pertandingan, namun sportivitas harus tetap diutamakan,” ujar Suherwan kepada zonasidik.

Disebutkannya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi serta menunjukkan kemampuan terbaik setiap kesebelasan.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pemain dapat menjaga emosi dan mengikuti aturan pertandingan yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *