ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Kesebelasan Kiabu dan Sunggak harus menyelesaikan pertandingan melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal pada lanjutan Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Rabu (14/10/2026).
Kedua tim tampil saling menyerang sejak awal pertandingan. Namun, rapatnya pertahanan dan penampilan penjaga gawang membuat sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Peluang pertama hadir pada menit ke-13 melalui serangan Sunggak. Umpan terobosan berhasil menjangkau pemain bernomor punggung 9, tetapi sepakannya masih mampu ditepis penjaga gawang Kiabu.
Situasi sempat menjadi berbahaya ketika bola hasil tepisan tersebut terlepas dari penguasaan kiper. Bek Kiabu yang berusaha mengantisipasi bola justru melakukan kesalahan yang nyaris berujung gol bunuh diri. Beruntung, gawang Kiabu masih selamat dari kebobolan.
Setelah peluang tersebut, kedua kesebelasan terus berusaha mencari celah untuk memecah kebuntuan. Jual beli serangan berlangsung hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama setelah memberikan tambahan waktu satu menit. Skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap terjaga. Sunggak kembali mengancam melalui tendangan bebas pada menit ke-38. Eksekusi pemain bernomor punggung 29 mengarah ke gawang Kiabu, tetapi bola hanya membentur mistar.
Kiabu tak tinggal diam. Pada menit ke-48, kesebelasan tersebut memperoleh peluang emas melalui pemain bernomor punggung 26. Namun, kesempatan itu belum membuahkan gol dan hanya menghasilkan tendangan pojok. Situasi bola mati tersebut juga gagal dimanfaatkan untuk mengubah kedudukan.
Pertandingan semakin ketat hingga menit-menit akhir. Pemain bernomor punggung 8 yang baru masuk sebagai pemain pengganti harus menerima kartu kuning pada menit ke-58 setelah melakukan pelanggaran.
Durasi pertandingan 2 x 35 menit turut menguji stamina kedua kesebelasan. Sejumlah pemain terlihat mengalami kram dan terbaring kelelahan di lapangan. Pergantian pemain yang telah dilakukan kedua tim juga belum mengubah keadaan.
Hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan pun dilanjutkan melalui adu penalti untuk menentukan kesebelasan yang berhak melangkah ke tahap berikutnya.
Dalam babak adu penalti yang berlangsung menegangkan, persaingan kedua tim harus berlanjut hingga penendang keenam setelah sejumlah eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Ketegangan mencapai puncaknya saat penendang keenam mengambil giliran. Eksekutor Sunggak bernomor punggung 4 berhasil menyarangkan bola ke gawang, sedangkan penendang Kiabu bernomor punggung 3 gagal mencetak gol.
Hasil akhir adu penalti pun memastikan Sunggak mengalahkan Kiabu dengan skor 3-2, setelah kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol.
Ketua Panitia Pelaksana, Suherwan, mengatakan pertandingan pada hari keempat turnamen tersebut berlangsung cukup baik. Ia mengapresiasi kedua kesebelasan yang tetap berusaha menjunjung tinggi sportivitas di tengah ketatnya persaingan.
“Pertandingan hari keempat ini cukup bagus. Kedua tim bermain dengan semangat dan berusaha menunjukkan permainan yang sportif. Namun, kita juga melihat bersama bahwa banyak pemain yang mulai kewalahan karena harus bermain selama 2 x 35 menit. Kondisi fisik pemain cukup terkuras, sehingga sportivitas dan pengendalian diri tetap harus dijaga sampai pertandingan selesai,” ujar Suherwan.
Ia berharap seluruh kesebelasan yang mengikuti turnamen dapat terus menjaga sportivitas, menghormati keputusan wasit, serta menjadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.



