ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Semangat gotong royong kembali digerakkan Pemerintah Kecamatan Siantan Tengah bersama Pemerintah Desa Air Asuk untuk menjaga ketersediaan sumber air di tengah kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Kegiatan pembersihan Embung Desa Air Asuk tersebut berlangsung pada Kamis pagi (3/9/2026). Goro tersebut turut melibatkan BPBD dan Puskesmas Siantan Tengah serta BPD, RT/RW dan masyarakat Desa Air Asuk.
Sejak pagi, masyarakat bersama unsur pemerintahan bergotong royong membersihkan area embung, termasuk menata bagian sekitar sumber air yang dinilai perlu dirawat agar dapat dimanfaatkan kembali.
Camat Siantan Tengah, Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keberadaan sumber air yang memiliki potensi penting bagi masyarakat, terlebih di tengah kondisi kemarau.
“Kita melihat kondisi musim kemarau yang cukup panjang. Karena itu, embung ini perlu kita rawat dan bersihkan bersama agar keberadaannya tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Firdaus.
Menurutnya, keberadaan embung tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur desa, tetapi juga sebagai salah satu sumber daya yang perlu dijaga secara berkelanjutan.
Firdaus berharap semangat gotong royong yang dilakukan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pembersihan saja. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian embung sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita ingin membangun kepedulian bersama, karena embung ini untuk masyarakat. Kalau dijaga bersama, tentu manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Embung Desa Air Asuk diketahui dibangun pada 2017. Embung tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter, lebar berkisar 5 hingga 6 meter, dengan kedalaman sekitar 6 meter dari permukaan.
Sementara itu, Kepala Desa Air Asuk, Dody Muchdori, turut menyampaikan dukungan terhadap upaya menjaga sumber air melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Kata Dody, kondisi kemarau menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan sumber-sumber air yang tersedia di lingkungan desa.
“Kondisi seperti sekarang mengajarkan kita bahwa sumber air harus dijaga sejak awal,” ucapnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga fasilitas maupun sumber daya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Gotong royong seperti ini harus terus dipertahankan. Pemerintah bisa mengajak dan memfasilitasi, tetapi masyarakat juga memiliki peran besar untuk menjaga apa yang sudah ada,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sumber daya air.
Dengan dirawat secara bersama-sama, Embung Desa Air Asuk diharapkan tetap menjadi salah satu sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kemarau.



