Jadi Khatib Jumat, Gubenur Ansar Ajak Masyarakat Jaga Iman dan Syukuri Kemakmuran

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., saat menyampaikan khutbah Jumat di hadapan jemaah Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (6/11/2026). Foto: Pinni/ZS.

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Di tengah agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyempatkan diri menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Payalaman, Jumat (6/11/2026).

Dalam khutbahnya, Ansar mengangkat kisah Negeri Saba yang dahulu dikenal sebagai negeri makmur dan kaya raya, namun akhirnya mengalami kehancuran setelah masyarakatnya berpaling dari keimanan dan tidak mensyukuri nikmat Allah SWT.

Kisah yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Saba tersebut, kata Ansar, menjadi pelajaran penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menyikapi kemakmuran serta kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Negeri Saba merupakan negeri yang kaya raya dan makmur. Namun, kemakmuran itu tidak mampu menyelamatkan mereka ketika masyarakatnya berpaling dari Allah SWT,” ungkap Ansar dalam khutbahnya.

Ia kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, mulai dari hasil perkebunan hingga berbagai potensi yang terkandung di dalam bumi.

Dikatakannya, kekayaan alam harus diiringi dengan rasa syukur, keimanan, serta tanggung jawab seluruh elemen masyarakat agar kemakmuran dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Allah memberikan kekayaan yang luar biasa kepada Indonesia. Namun, apa yang harus kita lakukan? Kita harus bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, keterbelakangan, narkoba hingga korupsi,” tegasnya.

Di hadapan jemaah, Ansar, mengingatkan bahwa berbagai persoalan bangsa tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

“Pemerintah tentu tidak akan mampu menyelesaikan semuanya apabila kita tidak ikut mengambil bagian. Karena itu, sesuai tugas dan kemampuan masing-masing, kita memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjaga akidah, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jaga keimanan dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik karena tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *