ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Gangguan listrik yang berulang di Kabupaten Kepulauan Anambas kini bukan sekadar mengganggu kenyamanan masyarakat. Kondisi listrik yang hidup-mati turut mengancam aktivitas ekonomi warga, terutama nelayan, pedagang ikan, dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kualitas hasil perikanan.
Hasil tangkapan nelayan yang seharusnya menjadi sumber penghidupan terancam membusuk akibat terganggunya penyimpanan berpendingin. Jika kondisi ini terus berulang, kerugian yang ditanggung masyarakat bukan hanya berasal dari ikan yang tak lagi layak dijual, tetapi juga modal, tenaga, dan waktu yang telah dikeluarkan untuk mencari nafkah.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak gangguan listrik yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kestabilan pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi daerah kepulauan. Terlebih, sebagian masyarakat Anambas menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan dan usaha kecil yang membutuhkan dukungan listrik secara berkelanjutan.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Nelayan sudah bersusah payah melaut untuk mencari nafkah, tetapi ketika hasil tangkapannya terancam membusuk akibat gangguan listrik, tentu mereka yang menanggung kerugian. Ini persoalan serius yang harus segera mendapatkan perhatian dan penanganan konkret,” ujar Raja Bayu, Rabu (21/10/2026).
Wabup Raja Bayu juga meminta pihak penyedia layanan listrik segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan. Selain itu, informasi mengenai gangguan dan penanganannya perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian terkait kondisi pasokan listrik.
“Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut, sekaligus mengupayakan langkah-langkah mitigasi bagi nelayan, pedagang ikan, dan pelaku UMKM yang terdampak,” tuturnya.
Ia mengingatkan agar persoalan listrik yang berkepanjangan tidak semakin membebani masyarakat dan menghambat perputaran ekonomi daerah. Penanganan gangguan harus disertai langkah konkret agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah solusi nyata, pasokan listrik yang stabil, dan kepastian bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas serta mencari nafkah dengan tenang,” tegasnya.
Disebutkannya, keandalan listrik memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Anambas. Pasokan yang stabil bukan hanya mendukung aktivitas rumah tangga, tetapi juga membantu menjaga hasil tangkapan nelayan, mempertahankan kelangsungan usaha masyarakat, serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani secara serius agar kerugian tidak terus berulang dan kehidupan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat kembali berjalan normal,” imbuhnya.



