ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pertandingan antara Desa Keramut dan Desa Pesisir Timur dalam turnamen sepak bola Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau berlangsung panas.
Keramut berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Selasa (20/10/2026). Namun, kemenangan tersebut diwarnai kericuhan antar pemain menjelang akhir pertandingan hingga laga sempat terhenti beberapa menit.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan tampil agresif dan saling melancarkan serangan. Pertandingan berlangsung ketat, dengan sejumlah pemain dari kedua tim beberapa kali terperangkap posisi offside. Tensi permainan juga meningkat ketika pemain Pesisir Timur bernomor punggung 4 diganjar kartu kuning akibat pelanggaran saat bertahan.
Pesisir Timur lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-33. Kapten tim bernomor punggung 10 sukses memanfaatkan umpan terobosan untuk mengirimkan bola ke gawang Keramut. Gol tersebut membawa Pesisir Timur unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Keramut tampil lebih menekan demi mengejar ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-38 melalui tendangan keras jarak jauh pemain bernomor punggung 14 yang tak mampu dibendung penjaga gawang Pesisir Timur. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Keramut semakin bersemangat setelah berhasil menyamakan kedudukan. Gol kedua sekaligus penentu kemenangan tercipta melalui situasi tendangan bebas. Bola yang mengarah langsung ke gawang sempat ditepis penjaga gawang Pesisir Timur, tetapi bola muntah berhasil dimanfaatkan pemain Keramut bernomor punggung 7 menjadi gol. Keramut berbalik unggul 2-1.
Ketegangan memuncak menjelang berakhirnya pertandingan. Saat kedua tim memasuki fase akhir laga, terjadi kericuhan antar pemain yang membuat pertandingan terhenti selama beberapa menit. Insiden tersebut mewarnai pertandingan yang sebelumnya berlangsung sengit dalam perebutan kemenangan.
Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah kepada pemain Keramut bernomor punggung 14 dan pemain Pesisir Timur bernomor punggung 24.
Setelah situasi mereda, pertandingan kembali dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan, termasuk tambahan waktu empat menit.
Di sisi lain, official Tarempa Pesisir Timur FC, Yoga Saputra, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit, panitia, dan pengawas pertandingan dalam menangani insiden tersebut. Ia menilai keputusan yang diambil perlu dipertanyakan karena dianggap tidak sesuai dengan regulasi turnamen.
“Saya selaku official dari Pesisir Timur FC sangat kecewa dengan sikap dan keputusan yang dilakukan oleh pihak wasit, panitia, dan pengawas pertandingan. Karena tidak sesuai dengan aturan dan regulasi yang mereka lampirkan,” ujar Yogi saat dihubungi.
Yoga merujuk Pasal 20 Nomor 2 dalam regulasi turnamen yang mengatur sanksi atas tindakan pemukulan antarpemain. Dalam aturan yang dikutipnya, pemain yang melakukan pemukulan dikenai kartu merah, sedangkan tim yang bersangkutan didiskualifikasi dan tidak diperbolehkan bermain hingga kompetisi berakhir.
“Apabila terjadi pemukulan antara pemain sesama pemain, maka pemain yang memukul dikenakan sanksi kartu merah (KM), maka pemain dan tim tersebut didiskualifikasi, tidak diperbolehkan bermain hingga kompetisi berakhir,” jelasnya.
Menurut Yoga, penerapan aturan tersebut perlu menjadi perhatian panitia dan pengawas pertandingan. Ia mempertanyakan kesesuaian keputusan yang diambil dengan regulasi yang telah ditetapkan penyelenggara.
“Kami hanya minta pihak wasit tegas mengambil keputusan,” Pungkasnya.



