7 WNI Ditahan di Malaysia, Ketua HNSI Dedi: 4 Diantaranya Warga Anambas

7 WNI yang ditahan di Malaysia beberapa waktu lalu (Sumber Foto: Facebook Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia)

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas menyikapi persoalan terkait tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 20 Februari 2025 lalu.

Mereka diduga mencuri di anjungan minyak tidak berpenghuni di perairan Terengganu.

Ketua HNSI Anambas, Dedi Syahputra, menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

“Ya, kita sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, supaya warga negara kita disana dapat pendampingan dan perlindungan,” sebut Ketua Dedi kepada media ini, Senin (20/02/2025).

Atas kejadian tersebut, Menurut Dedi, pemerintah provinsi Kepri memberikan perhatiannya dengan bergerak cepat.

“Bapak Gubernur Kepri sudah memerintahkan Pak Doli selaku kepala perbatasan Kepri besok ke Kemenlu. Kata Pak Doli, Beliau juga sudah berkomunikasi dengan Pak Bupati Anambas, Aneng,” sebut Ketua Dedi kepada media ini, Senin (20/02/2025).

Diakuinya, ketujuh WNI ini secara hukum bersalah, namun tentunya menjadi atensi bagi HNSI, karena dari mereka berprofesi sebagai nelayan.

“Harus diakui walaupun ada barang bukti di peristiwa ini, kita tetap berupaya mendorong pemerintah agar memberikan pendampingan dan melakukan diplomasi-diplomasi untuk meringankan hukum,” tuturnya.

Dalam hal ini, kata Dedi, sangat penting untuk koordinasi dengan Kepala Perbatasan Kepri guna menindaklanjuti ke Kementerian Luar Negeri.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, dari 7 WNI yang ditahan itu, ada 4 orang warga Anambas yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kita membantah jika ada yang menyebutkan mereka dari Anambas semua, dapat dipastikan dari 7 orang itu hanya 4 orang warga kita. Tiganya lagi dari provinsi Riau dan Sumatra Utara,” ungkapnya.

Data terhimpun, nama-nama warga Indonesia yang diamankan Maritim Malaysia, diantaranya Jonaidi, Kadarisman, Riko Saputra dan Tabrani asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri.

Kemudian Jainuddin asal Kota Batam, Kepri. Alizar asal Kabupaten Miranti, Riau dan Rahmat Panjaitan asal Tanjung Balai Utara, Sumatera Utara. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *