LINGGA-ZONASIDIK.COM | Ketua Pelaksana Dialog Masyarakat Lingga, Tengku Nazwar, berharap Bupati Lingga dan Ketua DPRD Kabupaten Lingga dapat hadir dalam Dialog Masyarakat Lingga yang akan digelar pada 10 Oktober 2026 di Gedung Nasional Dabo Singkep.
Menurut Tengku Nazwar, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan, keluhan, serta aspirasi yang selama ini dinilai belum memperoleh penyelesaian yang jelas dari pemerintah maupun pihak terkait.
“Ini adalah ruang dialog yang kami siapkan secara terbuka dan bermartabat. Masyarakat ingin menyampaikan keluhan, harapan, dan tuntutan mereka secara langsung kepada para pemangku kebijakan,” kata Tengku Nazwar, Rabu (07/10/2026).
Ia menilai kehadiran kepala daerah dan pimpinan legislatif sangat penting, terutama untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Lingga.
Sejumlah persoalan tersebut di antaranya menyangkut konflik agraria, investasi, tambang rakyat, distribusi BBM, hingga berbagai persoalan pelayanan publik.
Tengku Nazwar menyebut, apabila para pengambil kebijakan tidak hadir, hal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat yang ingin mendapatkan penjelasan maupun solusi secara langsung.
“Jangan sampai masyarakat merasa tidak didengar. Kami berharap Bupati dan Ketua DPRD hadir untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kegelisahan masyarakat hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, dialog tersebut merupakan langkah yang dipilih masyarakat untuk mencari penyelesaian melalui jalur musyawarah dan konstitusional.
Namun, Tengku Nazwar mengingatkan, apabila ruang komunikasi yang telah disediakan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin persoalan yang ada dapat berkembang menjadi aksi massa.
“Jangan sampai dialog ini berlanjut menjadi aksi di lapangan. Hari ini masyarakat masih memilih jalan musyawarah dan dialog. Karena itu kami berharap pemerintah hadir, mendengar, dan memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, Dialog Masyarakat Lingga nantinya akan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, kelompok yang terdampak persoalan lahan, serta sejumlah tokoh Kabupaten Lingga yang selama ini aktif menyuarakan kepentingan masyarakat.
“Kami bukan ingin menciptakan konflik baru, tetapi mencari jalan keluar. Namun penyelesaian masalah tidak akan tercapai apabila pihak yang memiliki kewenangan justru tidak hadir dalam forum yang disiapkan masyarakat,” pungkas Tengku Nazwar.



